Stasiun ini tercatat sebagai stasiun tersibuk di lintas ini, dengan mencatatkan lalu lintas penumpang tahunan sebesar 53–136 ribu orang per tahun serta pengangkutan barang hingga sejumlah hampir 7 ribu ton per tahun, di antara tahun 1950–1953.[4] Dahulu, layanan kereta api di lintas Labuan–Rangkasbitung bertujuan untuk mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual ke Jakarta, dan sebaliknya membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin di Labuan.[5]
Bangunan Stasiun Labuan saat ini berstatus disewakan.
Galeri
Terjepit di tengah bangunan
Tampak emplasemen, dengan status bangunan disewakan
Jadi rumah tinggal dan warung
Huruf timbul nama stasiun
Di tepi jalan lingkungan
Emplasemen berubah jadi pasar
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).