Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error">{{WikidataCoord}} – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span>'..
Stasiun beserta jalur kereta apinya dibuka pada tanggal 29 Desember 1901 oleh Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij.[3] Stasiun beserta jalur tersebut difokuskan untuk mengangkut penumpang, pedagang, hasil bumi, dan ternak.[4] Akan tetapi, jalur kereta api dinonaktifkan pada 1978.
Berdasarkan Plattergroundteekening Emplasemen Kadipaten, stasiun ini memiliki 4 jalur. Jalur 1 menuju gudang dan berakhir sebagai sepur badug setelah perlintasan sebidang dan memiliki wesel percabangan menuju bekas Pabrik Gula Kadipaten. Seperti jalur 1, jalur 3 juga berakhir sebagai sepur badug setelah perlintasan sebidang, kemungkinan digunakan untuk langsiran. Selain sebagai sepur belok, jalur 4 terhubung dengan turntable untuk memutar lokomotif. Selain itu, terdapat 2 rumah dinas yang terletak di tenggara stasiun.[5]
Adapun yang tersisa dari bekas kompleks stasiun ini adalah bangunan bekas gudang yang diduga telah berubah menjadi toko jam yang terletak pada sisi timur Simpang Empat Bundaran Kadipaten.[6]
Dua rumah dinas juga masih abadi. Salah satu rumah dinasnya dimanfaatkan menjadi Kantor Sub Den Pom III/3-5 Majalengka. Untuk yang satunya juga masih ada, tetapi sudah tertutup bangunan baru di halaman depannya
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
↑Hermawan, Iwan (Oktober 2020). Kereta Api SCS: Angkutan Gula di Cirebon. Vol.12 No. 2. Balai Arkeologi Jawa Barat. hlm.207. ISSN2598-1242.
↑Laksana, A.D.; Wijokangko, G.R.; Hartono, T.; Suprayitno, D. (2016). Susur Jejak Kereta Api Cirebonan(PDF) (Report). Kereta Anak Bangsa. Diakses tanggal 2020-05-04.