Stasiun ini dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api Wirosari–Blora. Jalur ke Blora selesai pada tanggal 13 September 1894.[3]
Untuk mengangkut penumpang dan hasil hutan dari Cepu, Blora, untuk kemudian diangkut ke berbagai kota, khususnya ke Jepara yang terkenal sebagai pusat industri kerajinan mebel. Jalurnya sendiri terdiri atas Cepu–Blora yang dibuka pada tanggal 1 November 1901, sedangkan Rembang–Blora dibuka pada tanggal 15 Juni 1902.[3][4]
Stasiun dan jalur ini tetap beroperasi hingga dinonaktifkan pada tahun 1987. Namun jalur tersebut sebagian dicabut pada tahun 1996 bersamaan dengan penutupan jalur Wirosari–Kradenan karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Emplasemennya kini menjadi jalan raya (Jalan Pemuda).
Stasiun ini memiliki depo lokomotif dengan ornamen logo roda bersayap PJKA pada bagian gunungan atapnya. Bangunan utama stasiun kini menjadi kios.
Galeri
Tahun 2011
Interior: pusat jajan
Interior: pusat jajan
Interior: kawat telegraf
Bekas depo lok
Bekas depo lok, sisi depan
Bekas depo lok, sisi samping
Bekas depo lok, sekarang pabrik batako
Sisa rel di Jalan Pemuda
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).