Sribu.com adalah lokapasar asal Indonesia yang menghubungkan bisnis dengan freelancer terkurasi di berbagai kategori kreatif, pemasaran, dan teknologi. Didirikan pada tahun 2011 dan berbasis di Jakarta, perusahaan ini awalnya berfokus sebagai platform urun daya desain. Seiring waktu, Sribu memperluas layanannya melalui produk Sribulancer, yang menyediakan sistem kerja lepas berbasis proyek.
Pada Desember 2021, Sribu resmi diakuisisi oleh Mynavi Corporation, perusahaan sumber daya manusia asal Jepang. Pengumuman publik mengenai akuisisi ini dilakukan pada Maret–April 2022.
Sejarah
Sribu didirikan pada September 2011[2] oleh Ryan Gondokusumo sebagai platform design crowdsourcing yang melayani kebutuhan bisnis di Indonesia. Pada Februari 2012, Sribu memperoleh pendanaan awal (seed funding) dari East Ventures[3] untuk mempercepat pertumbuhan tahap awalnya.
Pada Februari 2014, Sribu mendapatkan pendanaan Seri A dari perusahaan perangkat lunak yang terdaftar di bursa Jepang, Infoteria Corporation (yang kemudian berganti nama menjadi Asteria Corporation),[4] dan mengakuisisi sekitar 34,5% saham Sribu.
Selanjutnya, pada November 2017, CrowdWorks, Inc. — salah satu platform crowdsourcing terbesar di Jepang — melakukan investasi strategis di Sribu untuk memperkuat ekspansi regional ke Asia Tenggara.
Untuk memenuhi kebutuhan proyek yang lebih luas di luar kontes desain, Sribu meluncurkan Sribulancer[5] pada periode 2014–2015, memperluas layanan ke bidang seperti pengembangan web, penulisan konten, penerjemahan, dan manajemen media sosial.
Pada 13 Desember 2021, Sribu resmi diakuisisi oleh Mynavi Corporation. Akuisisi ini diumumkan secara publik pada Maret–April 2022,[6] dengan tujuan memanfaatkan jaringan Mynavi sekaligus memperkuat teknologi dan kehadiran pasar Sribu di Indonesia.
Kemudian pada Juni 2023, Sribu melakukan penggabungan Sribulancer[7] ke dalam Sribu.com, menyatukan kedua platform di bawah satu merek untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan mengonsolidasikan ekosistem freelancer di Indonesia.
Produk dan Layanan
Sribu (Contest & Managed Services): Awalnya merupakan platform kontes desain, Sribu kini telah berkembang menjadi digital marketplace penuh yang menawarkan berbagai layanan untuk bisnis, mulai dari branding, media sosial, periklanan, hingga digital marketing.
Sribulancer (Project Marketplace): Sebelumnya berdiri sebagai platform terpisah untuk merekrut freelancer secara langsung berdasarkan proyek tertentu—seperti pemrograman, penulisan konten, desain, dan penerjemahan—Sribulancer kemudian dimerger ke Sribu.com pada tahun 2023 untuk menyatukan ekosistem freelancer di bawah satu platform terpadu.
Model Layanan (per 2025)
Kontes Desain — Bisnis dapat mengadakan kontes kreatif dan memilih hasil terbaik dari berbagai submission.
Freelancer Marketplace (Jasa Freelancer) — Klien dapat merekrut freelancer secara langsung untuk tugas spesifik sesuai kebutuhan.
JobPost / Project Posting — Bisnis dapat memposting proyek dengan detail pekerjaan lengkap, dan para freelancer akan melamar secara kompetitif untuk menyelesaikannya.
Pendanaan dan Kepemilikan Sribu
Tahun
Putaran Pendanaan
Investor / Partner
Keterangan
2012
Seed Funding
East Ventures
Modal awal untuk mendukung pertumbuhan Sribu di tahap awal.
Posisi eksekutif lainnya seperti Chief Financial Officer (CFO) atau jabatan C-level tambahan belum diumumkan secara publik hingga tahun 2025.
Acara dan Inisiatif Sribu
Sribu Media Day
Sribu Media Day adalah acara korporat rutin yang diselenggarakan oleh Sribu untuk menampilkan visi perusahaan, pencapaian merek, serta peluncuran produk terbaru.
Oktober 2024 — CGVGrand Indonesia, Acara ini memperkenalkan kampanye nasional #SribuinAja serta peluncuran aplikasi mobile Sribu.[9]
Agustus 2025 — CGVFX Sudirman, Jakarta, Mengusung tema “Sribu & The Quest for Cuan”, acara ini menyoroti kisah sukses para freelancer serta dukungan Sribu terhadap pertumbuhan bisnis di Indonesia.[10]
SRIBUFEST
SRIBUFEST merupakan festival tahunan Sribu yang ditujukan bagi komunitas freelancer dan klien, sebagai ajang perayaan dan apresiasi terhadap ekosistem freelance Indonesia.
Desember 2024 — Superhouse Satrio, Jakarta, Mengangkat tema “Freelance Revolution”,[11] acara ini menampilkan hiburan, sesi networking, penampilan musik langsung dari RAN, serta Sribu Talent Awards yang memberikan penghargaan kepada freelancer terbaik. SRIBUFEST direncanakan menjadi acara tahunan untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan memperluas jejaring antar pelaku industri kreatif.
Desember 2025 — CGV Grand Indonesia, Jakarta, dengan tema “Survive & Thrive”[12] sebagai perayaan tahunan yang bertujuan membantu freelancer menghadapi tantangan dan berkembang di industri kreatif. Acara ini menghadirkan sesi diskusi dari kreator seperti Benakribo, Aryo Pamungkas, dan Michelle Yap, serta Sribu Talent Awards untuk mengapresiasi freelancer berprestasi.
Dampak Budaya
Pada Juli 2025, Sribu menyelenggarakan kompetisi desain logo nasional[13] untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80. Inisiatif ini menarik perhatian publik karena dianggap sebagai bentuk kritik halus terhadap lomba desain logo resmi pemerintah, yang telah diluncurkan sejak Mei 2025 tetapi belum juga mengumumkan pemenang menjelang hari kemerdekaan.
Dengan menempatkan dirinya sebagai platform yang menjunjung kecepatan, transparansi, dan partisipasi komunitas, Sribu membuka kompetisi ini untuk publik hanya dalam waktu sepuluh hari. Pemenang kemudian dipilih melalui voting terbuka,[14] menunjukkan bagaimana crowdsourcing digital dapat menghasilkan karya kreatif secara lebih cepat, inklusif, dan efisien dibandingkan dengan proses birokrasi tradisional.
Kompetisi ini menarik ratusan partisipasi dari desainer freelance, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Berbagai media menyoroti kampanye ini sebagai perayaan kreativitas nasional sekaligus simbol ketangkasan ekosistem freelancer Indonesia, yang mampu bergerak lebih gesit daripada inisiatif institusional yang lamban.
Logo pemenang diumumkan secara publik sebelum 17 Agustus 2025, disertai dengan pesan kuat dari Sribu: "Ide hebat tidak perlu menunggu birokrasi".
Penghargaan
Marketeers Do Good Marketing Award 2026: "Ramadan Tanpa Drama" campaign.[15]
Marketeers' Editors Choice Award 2025: Multichannel Corporate Branding of the Year.[16]
Marketeers Youth Choice Award 2025: Recognition for empowering Gen-Z freelancers through the Future of Work initiative.[17]