Pada tahun 1973, ia mengenyam pendidikan di jurusan Sastra Inggris di Universitas Indonesia, lalu melanjutkan pendidikan Advanced Painting di Universitas Minnesota, AS. Pada tahun 1988, ia mengikuti Painting Course pada Royal College of Art di London, Britania Raya. Astari telah meraih penghargaan, di antaranya Philip Morris Indonesian Art Awards VI (1999).[5]
Astari meninggal dunia di Farrer Park Hospital, Singapura, 11 Desember 2022 pukul 19.48 waktu Singapura.[7]
Tema dan motif karya
Astari umumnya membuat karya dengan tema kehidupan perempuan Indonesia yang dibentuk oleh beragam faktor dalam lingkungan sosial. Banyak dari karyanya yang mengeksplorasi masalah dan tekanan yang muncul akibat modernisasi, demokratisasi, globalisasi, dan kebebasan dalam kehidupan urban perkotaan yang bertentangan dengan budaya patriarki dan komunal yang mengakar dalam lingkungan perempuan Indonesia.
Benda sehari-hari yang mencirikan perempuan, seperti tas tangan, merupakan motif yang sering digunakan Astari dalam seni patung karyanya. Contohnya adalah patung “La Vie En Rose” (2006), menampilkan tas tangan yang diisi dengan mawar dan senapan.[5]
Pameran tunggal
2008His/Hers Exhibition, Vanessa Art Link 798 District, Beijing
2000Recollections, Ganesha Gallery Four Seasons Resort Bali
2000Wings & Excursions, Ganesha Gallery, Four Seasons Resort Bali
12Kusuma, Deddy; Sutomo “Tommy”, Suprajitno; Santoso, Inge (2010). The Grass Looks Greener Where You Water It. Indonesian Platform/Deddy Kusuma. hlm.40–41.