Soetarto alias Kentus (17 November 1916 – Selasa Pahing, 6 Juni 1978) adalah seorang birokrat dan politikus dari Jatisrono, Wonogiri. Beliau merupakan anggota DPRD Kabupaten Wonogiri yang menjabat pada periode 1971–1977.[1]
Pendidikan
Soetarto (Kentus) menempuh 4 jalur pendidikan formal dan kursus kedinasan resmi:[1]
Kursus Persiapan Sosial di Yogyakarta pada tahun 1957.
Kursus Kader Koperasi Tingkat Dasar di Kabupaten Wonogiri pada tahun 1971.
Rekam Jejak Militer dan Logistik Perang
Karier militer dan penugasan teritorial Soetarto (Kentus) mencakup masa pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, hingga pertahanan wilayah Wonogiri:[2]
Era Revolusi Fisik (Pangkat Komandan Peleton): Beliau bergabung dalam kesatuan militer Cie 3 Batalyon 55 Brigade V Divisi 3 di bawah komando Mashuri Saleh. Beliau memimpin pangkalan logistik gerilya PMKT Jatisrono dan membantu pemerintah militer Kecamatan Jatipurno dalam membendung agresi militer Belanda 2 hingga penyerahan kedaulatan per 31 Maret 1950. Terarsip bukti dua kuitansi asli penerimaan dana logistik militer senilai Rp3.800 dan Rp4.000 pada tahun 1949.[2]
Penumpasan Sisa PKI (1968): Beliau bertugas di bawah cap resmi Detasemen Polisi Militer (CPM) sebagai anggota dari Satuan: KOMANDAN PLETON JON VED BE XVII KIE SKA TON WONOGIRI dalam operasi pembersihan sisa-sisa gerakan PKI.
Jabatan Pemerintahan dan Sipil
Sepanjang hayatnya, beliau mendedikasikan diri pada struktur birokrasi pemerintahan sipil, militer, serta legislatif di Wonogiri, dengan rincian:[1]
Komandan Veteran Pemerintah Militer Kecamatan Teritorial (PMKT) Jatisrono pada masa revolusi kemerdekaan.
Anggota DPRD Kabupaten Wonogiri.(1971–1977)
Kepala Desa Jatisrono. (1953–1978.)
Wakil Kepala Desa Jatisrono. (1949–1953.)
Kepala Mitra Perusahaan Padi Sentral pertama di wilayah Jatisrono.
Petugas Sensus Penduduk pertama Desa Jatisrono. (1961)
Anggota Koordinator Komisi Pemilihan Pemungutan Suara (KPPS) Tingkat 1 Jatisrono.
Tanda Jasa dan Penghargaan
Soetarto (Kentus) mengantongi total 7 penghargaan militer resmi dari pemerintah Republik Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:[3]
Bintang Gerilya (Penghargaan tertinggi atas jasa perjuangan gerilya mempertahankan kemerdekaan RI dari Direktorat Ajudan Jenderal Bandung)
Satyalancana Kemerdekaan Indonesia ke-1 (Penghargaan atas bakti penuh pada periode awal proklamasi dari Direktorat Ajudan Jenderal Bandung)
Satyalancana Kemerdekaan Indonesia ke-2 (Penghargaan atas andil perjuangan menegakkan kedaulatan dari Direktorat Ajudan Jenderal Bandung)
Satyalancana Gerakan Operasi Militer (GOM) I Madiun (Penghargaan atas operasi penumpasan peristiwa Madiun 1948 dari Direktorat Ajudan Jenderal Bandung)
SK Pengukuhan Veteran Pejuang Golongan A, NPV: 10.036.127 (Penghargaan dan pengesahan resmi dari Departemen Keamanan RI) melalui Kepala Urusan Administrasi Veteran Jawa Tengah, Kolonel Mohamad Ali Hanafiah.
Penghargaan dari Komandan Batalyon 55 (Apresiasi khusus atas kesetiaan dan ketangguhan komando pasukan dari Mashuri Saleh)
Penghargaan dari Pemerintah Perwira Distrik Militer Wonogiri (Apresiasi dari Kodim Wonogiri atas bantuan pengamanan teritorial militer yang sukses di wilayah Kecamatan Jatipurno selama Agresi Militer Belanda II)
Wafat
Soetarto (Kentus) wafat pada hari Selasa Pahing, 6 Juni 1978 di kediamannya Jatisrono karena sakit nafas yang dideritanya selama 7 hari sebelum ia wafat.beliau wafat dan dimakamkan di TPU Karangwage, Sambi, Watangsono, Jatisrono, Wonogiri.