Raden Imam Mochammad[a] Soeljoadikoesoemo[b] (EYD:Raden Imam Mohammad Sulyoadikusumo) adalah hakim, tentara, dan politikus Indonesia. Ia menjabat Menteri Keamanan Rakyat, diangkat menggantikan Supriyadi sebagai pejabat ad interim[3][4][1] dan Wakil Menteri Keamanan Rakyat pertama.[5] Sebelumnya, Soelijoadikoesoemo menjabat sebagai Wakil Residen Malang mendampingi Mr. R. P. Singgih.[6] Sosoknya tidak begitu dikenal seperti halnya Supriyadi yang dinyatakan hilang pasca Pemberontakan Tentara Peta. Soelijoadikoesoemo tidak lama menjabat sebagai Menteri Keamanan Rakyat karena setelah sistem pemerintahan berganti dari sistem Presidensial menjadi Parlementer jabatan tersebut digantikan oleh Amir Sjarifoeddin.
Riwayat
Soelijoadikoesoemo menurut penuturan Roem[7] lahir di Magetan pada tahun 1903. Setelah menamatkan sekolah dasar Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Soelijoadikoesoemo lanjut ke sekolah menengah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), dan kemudian lanjut ke sekolah hukum di Batavia. Selesai pendidikan, Soelijoadikoesoemo meniti karir sebagai pegawai pengadilan Pemerintah Kolonial Belanda dengan pangkat Pejabat Perbendaharaan Pengadilan (Panitera). Soelijoadikoesoemo juga sempat menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Malang[8] sebelum akhirnya mengikuti pendidikan perwira Pembela Tanah Air (PETA).[2]
Selesai pendidikan perwira Peta, Soelijoadikoesoemo diangkat menjadi komandan Batalyon di Lumajang dengan pangkat Daidancho. Saat agresi militer Belanda, Soelijoadikoesoemo berjuang mempertahankan front Semeru Selatan bersama-sama dengan Kompi Soekertijo, Kapten Kyai Ilyas (Komandan Hizbullah Lumajang) dan Pasukan Gerilya Istimewa (Bekas Tentara Kekaisaran Jepang).
Catatan
↑Beberapa sumber juga menyebutkan ejaan Moehammad[1], Muhammad[2] dan Mohammad
↑Beberapa sumber juga menyebutkan bernama Soelijoadikoesoemo (EYD: Suliyadikusumo) dan Soeljadikoesoemo (EYD: Sulyadikusumo)