Dari penghargaannya atas ekspresionismeCOBRA, ia memulai kariernya dalam gaya separuh abstrak COBRA digabungkan dengan tema dan lambang dari mitologi Jawa. Hal itu menjadikannya seniman Jawa Suriname pertama yang menggabungkan tradisi dan modernitas dalam 1 idiom. Sepulangnya dari Indonesia, ia memperkenalkan lukisan batik di Suriname. Baik di kain batik maupun lukisan cat minyaknya dan keramik (vas dan patung), Irodikromo banyak memproduksi semuanya dalam kualitas yang menetap. Karya-karyanya tersebar dalam koleksi di seluruh dunia. Ia juga membuat sejumlah ilustrasi untuk buku.
Irodikromo meninggal dunia pada 18 Agustus 2020 pada usia 75 tahun.[1][2]
Chandra van Binnendijk (red.), Soeki Irodikromo, beeldend kunstenaar/Visual artist, Paramaribo: Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie in Suriname, 2005.
Lisa Djasmadi dkk., Migratie en cultureel erfgoed. Verhalen van Javanen in Suriname, Indonesië en Nederland, Leiden: KITLV Uitgeverij, 2010, pag. 26-37.