Poerbakawatja adalah anak kesembilan dari 13 bersaudara. Ayahnya adalah seorang kepala desa. Ia bersekolah di Kweekschool voor Inlandse Onderwijzers tahun 1918 kemudian melanjutkan pendidikannya di Hogere Kweekschool pada tahun 1921. Pada tahun 1961, ia diangkat menjadi Dekan FKIP Universitas Indonesia. Pada tahun 1978, ia dinyatakan sebagai Tokoh Pendidikan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta. Pada usia 84 tahun, ia masih menjabat sebagai Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (periode 1983-1988).[2] Pada bulan Juni 2020, namanya diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama dengan dua tokoh lain yaitu Jenderal Hoegeng, dan dr. Kariadi.[1]
Pendidikan
Pendidikan Prof Soegarda Poerbakawatja ditempuh di Sekolah Guru (Kweekschool dan Hoogere Kweekschool) serta mengikuti kursus Hoofdakte Bahasa Jawa[3]
Karier
1921-1942 Ia menjabat sebagai guru/ Kepala Sekolah di HIS.
1942-1946 Ia menjabat sebagai guru/ Kepal Sekolah SMT.
1950-1957 Ia menjabat sebagai Kepala Jawatan Pengajaran Kementria PP&K
1961-1962 Ia bekerja sebagai Dekan FKIP Universitas Indonesia
1962-1967 Sebagai pendiri dan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura.[3]
Buah karya/ Buku
Sekitar Perihal Dasar-Dasar Baru untuk Pendidikan dan Pengajaran (1955)
Sekolah dan Masyarakat (1955)
Pengantar Pedagogik (1955)
Aliran-Aliran Baru dalam Pendidikan (1957)
Pendidikan Budi Pekerti (1960)
Dasar dan Tujuan Penddikan dan Pengajaran (1970)
Pendidikan Dalam Alam Indonesia Merdeka (1970)
Suatu Pemikiran Mengenai Pendidikan Indonesia (1971)