Skandal Hello GarciPresiden Gloria Macapagal-Arroyo diduga memanipulasi hasil pemilu 2004 melalui komunikasinya dengan Virgilio Garcillano.
Skandal Hello Garci (atau hanya Hello Garci), juga dikenal sebagai Gloriagate,[1][2][3] adalah skandal politik dan krisis elektoral di Filipina yang melibatkan presiden Filipina ke-14 Gloria Macapagal-Arroyo, yang diduga memanipulasi hasil pemilihan umum 2004 untuk kepentingannya. Hasil resmi pemilu tersebut menempatkan Arroyo sebagai presiden dan Noli de Castro sebagai wakil presiden. Ratusan posisi di tingkat nasional dan lokal juga diperebutkan selama pemilu ini. Skandal dan krisis ini bermula pada Juni 2005 ketika rekaman audio percakapan telepon antara Presiden Arroyo dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Filipina saat itu, Virgilio Garcillano, yang diduga membahas manipulasi hasil pemilu 2004, dirilis ke publik. Hal ini memanas ketika anggota minoritas di Dewan Perwakilan Rakyat Filipina mencoba untuk memakzulkan Arroyo. Upaya ini dihalangi oleh koalisi mayoritas yang dipimpin Arroyo pada September 2005 dan proses pemakzulan tidak dilaksanakan.[4]
Tuduhan terhadap Arroyo dan para komplotannya di pemerintahan beragam, termasuk kecurangan pemilihan umum dan dugaan upaya menutup-nutupinya. Pemerintahan Arroyo membantah beberapa tuduhan dan menggugat tuduhan yang lain di pengadilan. Dewan Perwakilan Rakyat, yang didominasi oleh koalisi Arroyo, memblokir upaya pemakzulan. Komplotan Arroyo yang paling banyak dipublikasikan dari komisi pemilihan umum, Virgilio Garcillano, sempat hilang selama beberapa bulan, tetapi kembali ke ibu kota pada akhir tahun 2005. Tuduhan terus berlanjut mengenai kemungkinan adanya konspirator dari pemerintah yang membantu pelariannya, dan dugaan upaya menutup-nutupi lainnya. Garcillano membantah melakukan kesalahan apa pun, sebelum ia menghilang, dan setelah ia kembali. Pada bulan Desember 2006, Garcillano dibebaskan dari tuduhan sumpah palsu oleh Departemen Kehakiman.