Terpilih sebagai Auditor pada Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara periode 1967-1972 merupakan awal karier dari seorang Sjahrudin. Ia kemudian pada tahun 1972 hingga 1976 diberikan kepercayaan untuk menjabat Kepala Perwakilan di Manado Pengawas Anggaran Negara, dan tujuh tahun setelahnya (1976-1983) menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Pengawasan Pendapatan dan Kas Negara.[1]
Beberapa jabatan direktur dan deputi pernah diemban oleh Sjahruddin Rasul. Jabatan-jabatan tersebut diantaranya Direktur Pengawas Khusus Anggaran Negara dan Daerah (1983-1994); Direktur Pengawasan Pelaksanaan Pajak (1994-1996), Deputi Pengawasan Pendapatan Negara dan Daerah (1996-2001); dan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Akuntabilitas, BPKP (2001-2003).[1]
Karier
Dalam sejarah karier Sjahrudin, berbagai pelatihan, seminar dan lokakarya di berbagai tempat pernah ia ikuti. Beberapa diantaranya:
Interregioanal Seminar on Corruption in Government, 1989
Eight Nation Congress on the Prevention Crime and The Treatment Offender di Havana, Kuba, 1990
7th International Symphosium of Victimology di Rio de Janeiro, Brazil, 1991
Fifth International Anti Corruption Conference, Amsterdam, 1992
International Anti Corruption Conference, Cancún.[1]
Kematian
Sjahruddin meninggal dunia pada 23 Desember 2017 dalam usia 74 tahun di Rumah Sakit Islam Jakarta, sekitar pukul 05.00 WIB, karena sakit.[2] Sjahruddin dikenal sebagai sosok yang sederhana. Akibat kesederhaannya, saat pernah memberikan ceramah ia menolak dijemput panitia, ia memilih naik taksi. Namun saat sampai di Universitas karena kesederhanaannya, ia ditolak satpam untuk masuk ke kampus. Setelah jelas dia narasumber dan komisoner KPK, baru diperbolehkan masuk.[3] Banyak cerita kesederhanaan dari Sjahruddin termasuk ia pernah tidak mau menerima gaji selama hampir setahun.[3]