Distribusi geografis artefak emas dan perak awal yang ditemukan di Tiongkok Barat Laut dan Asia Tengah, termasuk Majiayuan (abad ke-8 hingga ke-3 SM).[2]
Majiayuan (Hanzi:马家塬遗址) adalah sebuah situs arkeologi peninggalan abad ke-3 hingga ke-2 SM di Gansu, Tiongkok. Situs ini dianggap sebagai milik para penguasa Xirong ("Barbar Barat") yang ditaklukkan oleh Dinasti Qin, yang lalu memasukkan mereka ke dalam tembok pertahanan Zhaoxiang yang dibangun pada tahun 271 SM.[3][4] Situs ini agak mirip dengan situs Xirong lain yang berjarak sekitar 50 km, pemakaman Wangjiawa (王家洼墓地).[5] Majiayuan merupakan lokasi interaksi antara orang Tionghoa dan tetangga nomaden mereka di barat dan utara selama zaman Negara-negara Berperang (476–221 SM).[4]
Karakteristik
Lubang-lubang makam di Majiayuan berorientasi barat-timur, dengan lorong-lorong berundak dan katakomba, selain juga memiliki peti mati kayu di dasar lubang vertikal.[5] Kereta perang berhias telah ditemukan, begitu pula hewan kurban, dan jenazah-jenazahnya dihiasi dengan ornamen sabuk emas bermotif burung.[5] Di dalam makam, peralatan dan senjata juga dipasang.[5] Terdapat pula bejana li dengan motif ular dan kaki berbentuk sekop, serta kalung setengah lingkaran.[5]
Sekitar 30 kereta kuda dengan beragam dekorasi telah digali dari Majiayuan.[6]
Sebuah kendi perunggu telah digali dari makam seorang kepala suku Rong.[3]
Kebudayaan Saka
Kebudayaan Majiayuan dan Yanglang (杨郎青铜文化, abad ke-6-3 SM), diperkirakan memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan kebudayaan Saka (Skithia), dengan dugaan adanya penetrasi langsung orang-orang Saka ke Tiongkok Utara. Gaya hewan pada artefak pemakaman dikaitkan dengan kehidupan di stepa.[7][8][9] Kereta perang yang dihias dan banyak artefak memiliki kemiripan yang kuat dengan benda-benda Saka dari kurgan Issyk-kul di Kazakhstan.[10]
Plakat sabuk emas dalam gaya hewan ditemukan di Majiayuan M4, Gansu.[11]
Lempengan emas berbentuk figur kucing ditemukan di Majiayuan M3, Gansu.[2]
Kalung berhias dari Majiayuan, Institut Relik Kebudayaan dan Arkeologi Provinsi Gansu.[12]
Anting-anting, dari pemakaman Majiayuan di Gansu, zaman Negara-negara Berperang Institut Relik Kebudayaan dan Arkeologi Provinsi Gansu.[12]