Siti Ruhaini Dzuhayatin (lahir 17 Mei 1963) adalah diplomat dan dosen yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan sejak 24 Maret 2025 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.[1] Dalam dunia akademik, ia merupakan Guru Besar Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Gender di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga.[2] Ia juga ahli studi gender, aktivis perempuan, peneliti, akademisi, serta pemerhati Islam, hak asasi manusia, dan demokrasi.
Karier
Siti merupakan dosen Sosiologi Hukum, Hukum dan HAM, Hukum dan Gender di Fakultas Syariah dan Hukum serta Pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain itu juga mengajar mata kuliah serupa di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), dan universitas lainnya di Indonesia serta di luar negeri seperti Universitas Emory, Universitas Carolina Selatan dan lain-lain.
Ia juga pernah menjadi peneliti senior di Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) UGM tahun 1999-2002. Selain itu, ia merupakan penerima Beasiswa AIDAB Australia pada tahun 1991-1993; Human Right Covumentation Training, Manila, Philipina, 1994, Women Fellowship di McGill University Canada, 1998, Islam and Human Right Fellowship, Emory University, 2003-2004, Gender and Conflict Resolution, Ulster University, Irlandia Utara dan British Council , Manchester serta Human Right Mechanism training di Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa dan New York tahun 2012.