Siru-tteok (bahasa Korea: 시루떡) adalah jenis kue beras tradisional Korea (tteok) yang dibuat dengan cara mengukus nasi atau tepung ketan menggunakan wadah khusus bernama siru (시루). Popularitas kue ini meningkat seiring meluasnya penggunaan siru di seluruh semenanjung Korea. Karena siru umumnya digunakan dalam upacara atau ritual persembahan, siru-tteok tidak dianggap sebagai makanan sehari-hari yang dibuat untuk konsumsi biasa. Bentuk pembuatan siru-tteok sendiri diyakini sebagai salah satu metode tertua dalam tradisi pembuatan tteok.[1][2]
Tteok (떡), atau kue beras kukus yang dibuat dengan mengukus dan menumbuk tepung beras, telah ada sejak sekitar tahun 57 SM bersama dengan siru. Salah satu jenisnya, siru-tteok, adalah kue berlapis dari beras ketan yang sering diisi kacang atau kacang merah (pat, 팥), dan digunakan sebagai persembahan utama dalam ritual rumah tangga. Kue ini diyakini membawa keberuntungan, kekayaan, dan kesehatan, sementara isian kacang merah dianggap mampu mengusir roh jahat. Varian lain, baekseolgi, berwarna putih bersih dan biasanya dipersembahkan kepada dewa-dewa tinggi seperti Cheonsin (Dewa Langit), Sansin (Dewa Gunung), dan Yongsin (Dewa Naga), yang semuanya dianggap sebagai makhluk ilahi tertinggi.[3]
Bahan
Bahan utama dalam pembuatan siru-tteok adalah beras biasa (mepssal, 멥쌀) atau beras ketan (chapssal, 찹쌀), yang terkadang dicampur. Campuran ini dapat diperkaya dengan berbagai biji-bijian dan kacang seperti kacang azuki, kacang hijau, wijen, tepung terigu, atau pati. Selain itu, buah-buahan dan kacang-kacangan seperti kesemek, persik, aprikot, kastanye, kenari, serta kacang pinus sering ditambahkan sebagai pelengkap. Sayuran dan rempah juga digunakan untuk memberi cita rasa, termasuk daun danggwi (Ostericum grosseserratum), jamur seogi, lobak, artemisia, lada, dan anggur korea. Untuk pemanis, madu dan gula biasanya digunakan.[4]
Cara membuat
Siru-tteok dibuat dengan merendam beras atau beras ketan dalam air, kemudian digiling hingga menjadi tepung. Tepung ini kemudian dimasukkan ke dalam siru untuk dikukus. Berdasarkan cara pengukusannya, siru-tteok terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu seolgitteok (설기떡) dan kyeotteok (켜떡). Seolgitteok, yang juga dikenal sebagai muritteok (무리떡), merupakan bentuk paling sederhana karena hanya menggunakan beras. Sementara itu, kyeotteok memiliki beberapa lapisan yang tersusun dari campuran tepung beras dan ketan dengan tambahan kacang azuki atau bubuk kacang lainnya.[4]