Siping masih dianggap sebagai tempat penting kecil hingga selesainya jalur kereta api yang menghubungkan Changchun dengan pelabuhan Dalian pada tahun 1902. Dengan populasi yang kian bertumbuh dengan pesat, Siping menjadi pusat komersial regional. Setelah tahun 1907, ekonomi Siping mengalami pertumbuhan yang stabil di bawah administrasi Perusahaan Jalur Kereta Api Manchuria Selatan dengan pembangunan kereta api yang terkait dengan Baicheng di Provinsi Jilin barat laut yang rampung pada tahun 1923, sementara kereta api dengan rute ke selatan menuju Tonghua dan Semenanjung Korea dibangun pada tahun 1939. Sebuah kota baru dibangun setelah tahun 1921 yang dinamakan Ssupingkai. Setelah tahun 1932, selama Invasi Jepang ke Manchuria, beberapa industri berbasis pertanian termasuk pembuatan bir, minyak peras dan penggilingan tepung mulai digalakkan. Pada akhir Perang Dunia II, Jepang menyelesaikan proyek pembangunan produksi minyak sintetis dari batu bara.
Siping merupakan lokasi dari beberapa pertempuran besar selama Perang Saudara Tiongkok, antara pasukan Komunis dengan Nasionalis dari tahun 1945 hingga 1949:[4]
↑Harold M. Tanner. The Battle for Manchuria and the Fate of China: Siping, 1946. Twentieth-Century Battles Series. Bloomington: Indiana University Press, 2013. 288 pp, ISBN978-0-253-00723-0; review by Johnny Spence, H-War, H-Net Reviews. January 2014