Sinema Purnama merupakan film antologidramaIndonesia tahun 2012 yang disutradarai oleh Radian Kanugroho, Andra Fembriarto, Pandu Birantoro, dan Ray Nayoan. Film ini tayang terbatas pada 26 April 2012 dan 3 Mei 2012. Sinema Purnama meraih tiga nominasi termasuk Film Omnibus Terpilih di Piala Maya 2012 dan memenangkan dua diantaranya yaitu Desain Poster Terpilih dan Aktor Utama Omnibus Terpilih.
Plot
Film ini terdiri atas empat film pendek yang menceritakan tentang cinta dengan atmosfer yang berbeda.[1][2]
Arman yang hobi foto, sangat menyukai objek langit. Suatu hari ia diberikan sebuah kamera foto analog oleh kekasih yang baru menjadi tunangannya, Rani. Kamera tersebut membawa Arman ke masa lalu, di mana langit bersih tidak terkontaminasi oleh teknologi dan perkembangan yang dibuat manusia. Pertemuannya dengan Marni, janda, membuat Arman sadar harus menentukan pilihan besar yang tidak hanya mengubah dirinya, tetapi juga orang lain yang ada di sekitarnya.
Ahmad berusaha keras untuk menyelenggarakan Festival Film Jihad sebagai dakwahnya agar dapat menjadi seperti Ustad Mahmud, yaitu mendapatkan cinta. Film-film yang dipilihnya cenderung keras sehingga tidak ada yang tertarik datang kecuali seorang wanita bernama mbak Sari. Ahmad meminta bantuan mbak Sari untuk membenahi festivalnya.
Bagas, pemilik toko buku sekaligus penulis, berusaha menerbitkan tulisannya. Suatu siang, Bagas bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, Dorinda. Kisah mengikuti percakapan dua sahabat ini dalam sehari, Mereka mengupas arti cinta, relationship, dan batasan persahabatan dan kasih sayang.
Dongeng Kesatria
Sutradara: Ray Nayoan
Gibran, 10 tahun, ditantang oleh geng kompleksnya, The Last Boyz, untuk masuk bersama mereka ke sebuah rumah kosong yang angker. Saat berada di dalam, Gibran terpental ke dimensi lain. Dia dikejar bayangan hitam, tetapi diselamatkan oleh gadis yang tidak memiliki nama. Gibran lalu memberi nama Kartini kepadanya. Merasa berhutang budi, Gibran berjanji akan mencarikan Kartini jalan pulang.
Film Sinema Purnama tayang secara terbatas dua kali pada tahun 2012. Penayangan perdana dilakukan pada 26 April 2012 di BlitzmegaplexPacific Place, Jakarta Selatan.[1] Film ini kemudian tayang kembali pada 3 Mei 2012.[2][3] Film Sinema Purnama juga dirilis dalam bentuk DVD pada tahun 2014 dengan harga 37 ribu rupiah.[4]