Sindrom SAR (singkatan dari "sindrom sindrom akronim redundan"), juga dikenal sebagai PNS syndrome ("PIN number syndrom syndrome", yang justru berarti "personal identification number number syndrome syndrome"), merujuk pada pemakaian satu kata atau lebih yang membentuk akronim atau inisialisme yang bertabrakan dengan bentuk singkatnya, sehingga menciptakan perulangan satu kata atau lebih yang mubazir (redundan).
Istilah Sindrom SAR ini sendiri sengaja dibuat redundan (berlebihan),[1][2] dan merupakan contoh humor diri sendiri.
Istilah serupa bernama PNS syndrome (singkatan dari "PIN number syndrome syndrome", dan dijabarkan lagi menjadi "personal identification number number syndrome syndrome") dicetuskan oleh pengguna Usenet[4] sebelum Sindrom SAR dicetuskan.[5]
Contoh
Fenomena ini sering disebut "frasa FAR" ("frasa frasa akronim redundan").[6]
Contoh frasa FAR adalah:
↑Clothier, Gary (8 November 2006). "Ask Mr. Know-It-All". The York Dispatch.
12Newman, Stanley (December 20, 2008). "Sushi by any other name". Windsor Star. hlm.G4. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-28. Diakses tanggal 2012-12-23.
↑"Feedback"(fee required). New Scientist. No.2285. 2001-04-07. hlm.108. Diakses tanggal 2006-12-08.