Raja Silahisabungan merupakan salah satu putra dari Tuan Sorbadibanua yang pergi dari Balige bersama kakak dan adiknya yaitu Raja Sipaettua dan Siraja Oloan, yang mana Raja Sipaettua bermukim di Laguboti, Raja Silahisabungan bermukim di Silalahi Nabolak, lalu Siraja Oloan bermukim di Pangururan. Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan memperoleh ketujuh putranya, yaitu: Loho Raja, Tungkir Raja, Sondi Raja, Butar Raja, Dabariba Raja, Debang Raja, dan Batu Raja. Pinggan Matio juga melahirkan seorang putri yaitu Si Boru Deang Namora. Kemudian setelah menikah dengan istri pertamanya tersebut, Raja Silahisabungan pergi ke Ajibata dan kemudian ia menikah dengan Similing-iling (gelar Nailing) Boru Narasaon dan memperoleh seorang putra, yaitu: Raja Tambun (Tambun Raja). Adapun berikut urutan putra dari Silahisabungan:
Terdapat dua versi berbeda yang sering kali menimbulkan perselisihan atau kontroversi perihal asal-usul dan silsilah di antara internal keturunan Silahisabungan, di mana kelompok Silalahi Raja meyakini tokoh Silahisabungan memiliki 9 orang anak. Mereka juga mengklaim Silalahi Raja sebagai anak pertama dari Raja Silahisabungan, serta menolak menyerupakan marga mereka dengan keturunan Raja Silahisabungan yang lain. Sedangkan kelompok Silahisabungan meyakini Raja Silahisabungan hanya memiliki 8 orang anak, di mana semua anak dari Raja Silahisabungan ini merupakan marga Silalahi.
Kelompok Silalahi Raja menegaskan yang berhak menggunakan "Silalahi" sebagai marga, hanya keturunan Silalahi Raja saja. Sedangkan kelompok Silahisabungan menyatakan seluruh keturunan Silahisabungan berhak menggunakan kata "Silalahi" sebagai marga mereka.
Tokoh
Beberapa tokoh yang bermarga Silalahi, di antaranya adalah: