Prinsip sifonPada sifon tetesan melayang, tegangan permukaan menarik aliran cairan menjadi tetesan-tetesan terpisah di dalam ruang kedap udara, sehingga mencegah cairan yang turun bersentuhan dengan cairan yang naik. Hal ini mencegah kekuatan tarik cairan (tensile strength) menarik cairan ke atas. Eksperimen ini juga menunjukkan bahwa efek tekanan atmosfer pada saluran masuk tidak dibatalkan oleh tekanan atmosfer yang sama pada saluran keluar.
Sifon (daribahasa Yunani Kunoσίφων (síphōn), artinya "pipa, tabung"; juga dieja syphon) adalah berbagai jenis perangkat yang melibatkan aliran cairan melalui tabung. Dalam arti yang lebih sempit, istilah ini merujuk secara khusus pada tabung berbentuk "U" terbalik yang menyebabkan cairan mengalir ke atas, melampaui permukaan reservoir tanpa bantuan pompa, namun ditenagai oleh jatuhnya cairan saat mengalir turun melalui tabung di bawah tarikan gravitasi, yang kemudian dibuang pada level yang lebih rendah daripada permukaan reservoir asalnya.
Terdapat dua teori utama mengenai bagaimana sifon menyebabkan cairan mengalir ke atas melawan gravitasi tanpa dipompa dan hanya ditenagai oleh gravitasi. Selama berabad-abad, teori tradisional menyatakan bahwa gravitasi yang menarik cairan ke bawah pada sisi keluar sifon menghasilkan tekanan rendah di puncak sifon. Tekanan atmosfer kemudian mendorong cairan dari reservoir atas menuju area bertekanan rendah di puncak sifon tersebut, serupa dengan mekanisme pada barometer atau sedotan minuman, untuk kemudian dialirkan ke bawah.[1][2][3][4] Namun, telah dibuktikan bahwa sifon tetap dapat beroperasi dalam kondisi vakum[4][5][6][7] dan pada ketinggian yang melampaui tinggi barometrik cairan.[4][5][8] Sebagai konsekuensinya, teori tegangan kohesi dalam pengoperasian sifon mulai diajukan, di mana cairan ditarik melewati sifon dengan cara yang serupa dengan air mancur rantai.[9] Tidak mutlak bahwa hanya satu teori yang benar, melainkan kedua teori tersebut mungkin berlaku dalam kondisi tekanan sekitar yang berbeda[butuh rujukan]. Teori tekanan atmosfer dengan gravitasi tidak dapat menjelaskan mekanisme sifon dalam ruang hampa yang tidak memiliki tekanan atmosfer signifikan. Sebaliknya, teori tegangan kohesi dengan gravitasi tidak dapat menjelaskan sifon gas CO2,[10] sifon yang tetap bekerja meskipun terdapat gelembung, serta sifon tetesan melayang, di mana gas tidak memberikan gaya tarik yang signifikan dan cairan yang tidak bersentuhan tidak dapat mengerahkan gaya tegangan kohesi.
Seluruh teori yang dipublikasikan di era modern mengakui persamaan Bernoulli sebagai pendekatan yang memadai untuk merepresentasikan operasi sifon ideal yang bebas gesekan.
Referensi
Calvert, James B. (11 May 2000). "Hydrostatics". Diakses tanggal 8 October 2019.
↑Michels, John (1902). Science. American Association for the Advancement of Science. hlm.152. Diakses tanggal 15 April 2018– via Internet Archive. duane siphon 1902.