Sibut (dulunya Benteng Sibut) adalah ibu kota Kémo, salah satu dari 20 prefektur di Afrika Tengah. Sebagai pusat transportasi penting, kota ini terletak 188km (117 mil) di utara ibu kota Bangui dan terkenal dengan pasarnya.
Sejarah
Pemukiman ini awalnya bernama Krébédjé, diambil dari nama kepala suku Dekpa setempat yang bernama sama. Orang Prancis datang pada tahun 1895 dan mereka secara resmi mengakui Krébédjé sebagai kepala suku pada tahun berikutnya. Kota ini berganti nama menjadi Benteng Sibut pada tahun 1900, diambil dari nama Mayor Medis Adolphe Pierre Sibut, seorang teman pejabat kolonial Émile Gentil. Pada tahun 1952, misionaris Baptis Amerika Margery Benedict mendirikan klinik medis dan apotek di Benteng Sibut. Pada tahun 1982, Presiden Andre Kolingba berkunjung ke Sibut untuk menganugerahinya Order of Gratitude atas 30 tahun pengabdiannya.[2] Pada tahun 1980, Sibut dialiri listrik.[3]
Pada tanggal 29 Desember 2012 kota ini direbut oleh pemberontak Seleka. Pada tanggal 2 Februari 2014 Anti-Balaka mengambil alih kota tersebut setelah Seleka mundur.[4] Pada bulan Mei 2018 Angkatan Bersenjata Afrika Tengah dikerahkan kembali ke kota Sibut dengan bantuan instruktur dari Rusia.[5]
↑Bradshaw, Richard; Fandos-Rius, Juan (2016). Historical Dictionary of the Central African Republic (Edisi New). Lanham, Maryland: Rowman & Littlefield. hlm.114, 386, 579. ISBN9780810879911.
↑Rius, Juan Fandos; Bradshaw, Richard (2016). Historical Dictionary of the Central African Republic. Maryland: Rowman & Littlefield. hlm.251. ISBN9780810879928.