Film diawali dengan Poppy (Yati Octavia) mengenakan celana amat minim, hingga mempertontonkan pahanya yang mulus, sebagai ganti ucapan bahwa baru datang dari Amerika. Film ini ingin mengisahkan—dengan tidak meyakinkan—pergolakan batin Poppy yang pelajar SMA itu, dalam masa pubertasnya. Lebih-lebih seputar masalah seksualnya. Umpamanya bagaimana ia meremas dada dan mengurut paha atau mempertontonkan mulut yang terengah-engah, melihat pergumulan kakaknya, Dora (Debby Chintya Dewi) dengan suaminya Adrian (Roy Marten). Poppy "mengurungkan nafsunya" pada Adrian yang teguh iman. Ia dikirim kembali ke Amerika.[1]
Referensi
↑JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 192