Sejak tahun 2015, ia menjabat sebagai kepala Departemen Neonatologi di Gaza.[2] Pada tahun 2017, ia memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang bahaya yang ditimbulkan oleh kegagalan generator di unit-unit perawatan bayi yang baru lahir.[3] Pada tahun 2018, ia mengungkapkan kekurangan alat kesehatan, obat-obatan, dan perawatan medis.[4]
Saat pecahnya Perang Israel–Hamas pada tahun 2023, ia telah bekerja di unit-unit neonatologi selama bertahun-tahun. Pada tahun 2023, apartemennya di Gaza terkena serangan bom, tetapi setelah mengungsikan anak-anaknya ke tempat yang aman, ia tetap menjalankan tugasnya dengan bekerja di kamp-kamp pengungsian, rumah sakit, dan secara daring. Pada tahun 2024, ia menjabat sebagai direktur pusat persalinan di Rumah Sakit Al-Shifa, di mana ia memperingatkan komunitas internasional tentang kelangkaan air dan listrik yang membahayakan kehidupan banyak bayi yang baru lahir.[5] Ia juga menetapkan protokol darurat di rumah sakit tersebut.[6]
Penghargaan
Pada Desember 2024, ia masuk dalam daftar 100 Women BBC, yang menyoroti perempuan paling inspiratif dan berpengaruh pada tahun tersebut.[6]