Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Shin Hyon-hwak (bahasa Korea:Hangul: 신현확;code: ko is deprecated 29 Oktober 1920 – 26 April 2007) adalah seorang politikus dan birokrat senior Korea Selatan yang menjabat sebagai Perdana Menteri Korea Selatan dari Desember 1979 hingga Mei 1980. Ia memimpin pemerintahan transisi selama masa paling genting dalam sejarah modern Korea Selatan, yakni setelah terbunuhnya Park Chung-hee dan menjelang pengambilalihan kekuasaan oleh Chun Doo-hwan.[1]
Kehidupan awal dan pendidikan
Shin lahir di Provinsi Gyeonggi ketika semenanjung Korea masih berada di bawah pemerintahan kolonial Jepang. Setelah pembebasan Korea pada tahun 1945, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Nasional Seoul, salah satu universitas paling bergengsi di negara tersebut. Latar belakang akademis dan reputasinya sebagai birokrat yang disiplin membantunya meniti karier di kementerian ekonomi dan perencanaan nasional [2]
Karier birokrasi
Pada dekade 1960-an dan 1970-an, Shin dikenal sebagai salah satu teknokrat paling berpengaruh di bawah pemerintahan Presiden Park Chung-hee. Ia menjabat dalam berbagai posisi kunci, termasuk di Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Ekonomi (Economic Planning Board). Ia berperan penting dalam perencanaan ekonomi jangka panjang yang melandasi industrialisasi Korea Selatan. Reputasinya sebagai pejabat yang efisien dan tidak terlibat korupsi membuatnya dipercaya dalam jabatan strategis.
Masa jabatan sebagai Perdana Menteri
Setelah terbunuhnya Park Chung-hee pada Oktober 1979, Choi Kyu-hah naik menjadi presiden sementara dan menunjuk Shin Hyon-hwak sebagai Penjabat Perdana Menteri pada November dan sebagai Perdana Menteri definitif pada bulan Desember tahun yang sama. Pemerintahannya berlangsung di tengah kekacauan politik yang dikenal sebagai Peristiwa 12 Desember — kudeta militer oleh Chun Doo-hwan dan faksi militer garis keras.
Shin berupaya menstabilkan pemerintahan sipil dan menjaga agar ekonomi tidak runtuh, tetapi kekuasaannya terbatas karena dominasi militer semakin kuat. Ia mencoba mengadakan dialog politik dengan oposisi sipil dan menyerukan pemulihan demokrasi, tetapi situasi menjadi tidak terkendali setelah pecahnya Pemberontakan Gwangju pada Mei 1980. Tidak lama kemudian, ia mengundurkan diri dan digantikan oleh Pak Choong-hoon.
Kehidupan selanjutnya
Setelah mundur, Shin tidak lagi aktif di politik dan memilih hidup tenang sebagai akademisi dan penasihat ekonomi. Ia dikenal luas sebagai sosok teknokrat konservatif yang jujur dan berdedikasi. Hingga wafatnya pada 26 April 2007 di Seoul, Shin dihormati oleh banyak kalangan karena integritas dan komitmennya terhadap administrasi publik yang bersih.
Warisan
Shin Hyon-hwak dikenang sebagai salah satu figur penting dalam masa transisi Korea Selatan dari pemerintahan otoriter menuju demokrasi. Walaupun masa jabatannya singkat, perannya dalam mempertahankan stabilitas birokrasi selama krisis politik menjadikannya salah satu tokoh administratif paling dihormati di Korea Selatan pasca-era Park Chung-hee.[3]