Seorang pembantu selir Hee Bin ditemukan menggantung diri di kamarnya pada suatu pagi. Peristiwa tragis ini menjadi berita yang mengejutkan bagi sang selir yang sedang membangun citra di mata ibu suri demi pengangkatan putranya sebagai pangeran pewaris kerajaan. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menutupi hal ini, meski demikian selir Hee Bin yang merasa sangat kehilangan pembantu terbaiknya itu tetap ingin tahu apa penyebab kematian tersebut, apakah benar-benar gantung diri atau malah dibunuh.
Perawat istana, Chun Ryeung, yang bertugas mengautopsi mayat Wol Ryeung (pembantu selir tadi) menemukan berbagai fakta yang mengejutkan. Dari hasil pemeriksaannya, Chun Ryeung tidak mendapati tanda-tanda bunuh diri pada mayat tersebut. Tak hanya itu, dari hasil pemeriksaannya Chun Ryeung pun dapat menyimpulkan bahwa Wol Ryeung baru melahirkan seorang bayi. Tentu saja hal ini akan menjadi berita besar yang akan menggemparkan kalangan istana, mengingat para pembantu istana tidak boleh menikah bahkan harus tetap menjaga kesuciannya seumur hidup. Chun Ryeung pun mencoba mendiskusikan kasus ini pada atasannya, perawat Park, tetapi tanggapan perawat Park justru mengecewakannya.
Chun Ryeung dengan segala keberanian dan ketajaman analisisnya tetap meneruskan penyelidikan kasus kematian Wol Ryeung. Berbagai buktipun ditemukannya dan mengarahkannya pada berbagai rahasia yang selama ini tersimpan rapi di dalam istana. Sayangnya, pihak-pihak yang ingin menyembunyikan rahasia ini mengetahui tindak tanduk Chun Ryeung dan berhasil menyanderanya.