Shabondama(シャボン玉, "Gelembung Sabun") adalah sajak anak-anak Jepang yang ditulis oleh Ujō Noguchi pada tahun 1922. Sajak ini diajarkan secara luas di prasekolah dan taman kanak-kanak Jepang dengan melodi sederhana. Sajak itu juga kadang-kadang digunakan dalam pelajaran pendidikan moral di sekolah dasar, dimana siswa belajar bahwa itu adalah meditasi tentang kematian seorang anak.
Asal-usul
Anak perempuan Noguchi yang bernama Midori meninggal pada usia 7 hari pada tahun 1908.[1] Pada zaman Meiji, angka kematian bayi cukup tinggi, 20 hingga 30 persen anak meninggal sebelum mencapai usia sekolah. Karena itu, sudah menjadi suatu hal yang lumrah untuk memiliki banyak anak demi mencapai kesuksesan rumah tangga. Ia berduka atas kehilangan anaknya dalam waktu yang lama.
Diyakini[oleh siapa?] bahwa Noguchi, melihat gadis-gadis di desanya sedang bermain dengan gelembung, dan mengingatkannya akan kehidupan putrinya yang sangat singkat, sehingga ia menulis puisi ini pada saat itu.[1] Namun, selain dari cerita tersebut, inspirasi langsung atas pembuatan puisi ini tidak diketahui.[2]
Deskripsi
Puisi pendek ini terdiri dari 7 suku kata x 4 baris (2 bait), dan 7 suku kata 2 baris.