Serunai Bengkulu[1] adalah alat musik tiup tradisional dari masyarakat Suku Pekal di Kabupaten Mukomuko.[2][3] Alat musik ini hanya dimainkan oleh satu orang. Bahan pembuatannya adalah bambu yang tumbuh di tepi sungai.[4] Bambu yang dipilih harus tipis, mudah diolah dan bersuara nyaring. Bambu ini kemudian dibagi menjadi 9 ruas, disatukan dan diberi 5 lubang. Serunai Bengkulu menghasilkan 6 suara yang berbeda pada tiap tiupan lubang.[5][6]