* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Sergei Yevgenyevich Aleinikov (bahasa Belarus:Сярге́й Яўге́навіч Але́йнікаўcode: be is deprecated ; bahasa Rusia:Сергей Евгеньевич Алейниковcode: ru is deprecated ; lahir 7 November 1961) adalah seorang mantan pelatih dan pemain sepak bola profesional asal Belarus.
Karier klub
Dinamo Minsk
Pada awal 1980-an, Aleinikov bergabung dengan tim cadangan Dinamo Minsk. Pada tahun 1981, ketika berusia 19 tahun, dia dipanggil oleh pelatih kepala tim, Eduard Malofeev, untuk berlatih bersama tim utama. Namun, hingga akhir musim dia hanya beberapa kali tampil di lapangan.[1][2]
Pada tahun 1982, Dinamo Minsk memenangkan Soviet League Top untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, dan Aleinikov memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan tersebut. Meski tidak sering dimainkan, dengan hanya tampil dalam 21 dari 34 pertandingan, dia berhasil mencetak 8 gol, yang sebagian besar menghasilkan poin penting bagi tim. Pada pekan terakhir kompetisi melawan Spartak Moskow, Aleinikov mencetak gol ke gawang kiper Rinat Dasayev dan membawa timnya unggul 4–1. Namun, Spartak kemudian mampu memperkecil ketertinggalan hingga skor akhir menjadi 4–3.[1][2]
Mulai musim berikutnya, Aleinikov menjadi pemain reguler di susunan inti tim. Dinamo gagal mempertahankan gelar juara, tetapi berhasil finis di posisi ketiga. Pada periode itu, Aleinikov telah memantapkan dirinya sebagai gelandang bertahan yang berperan sebagai penghubung antara lini pertahanan dan lini serang tim. Dinamo memang gagal meraih trofi lain, tetapi dalam tiga musim berikutnya mereka secara konsisten finis di zona kompetisi Eropa dan juga tampil cukup baik di turnamen tersebut. Aleinikov menjadi motor utama dalam sebagian besar serangan tim, dan penampilannya yang meyakinkan serta rasa hormat dari rekan-rekannya membuat dia dipercaya mengenakan ban kapten pada tahun 1986.[2]
Juventus
Pada tahun 1989, klub Italia Genoa menunjukkan ketertarikan kepada Aleinikov. Namun, direktur Juventus, Giampiero Boniperti, turun tangan sehingga Aleinikov akhirnya bergabung dengan Si Nyonya Tua, yang membayar sekitar 4 juta dolar untuk merekrutnya. Proses adaptasi sang gelandang menjadi lebih mudah karena rekan setimnya di tim nasional, Oleksandr Zavarov, sudah lebih dulu bermain di klub tersebut. Meskipun saat itu terdapat pembatasan jumlah pemain asing, Aleinikov berhasil menjadi pemain inti reguler dan membantu Juventus menjuarai Piala Italia serta Piala UEFA pada musim tersebut.
Namun, di akhir musim Aleinikov harus meninggalkan tim. Menurut salah satu versi, penyebabnya adalah pengunduran diri pelatih kepala Dino Zoff, sosok yang sebelumnya membawa Aleinikov ke Juventus. Dalam sebuah wawancara di kemudian hari, Aleinikov mengatakan bahwa kepergiannya juga dipengaruhi oleh permainan pihak perusahaan Simod, yang bertindak sebagai perantara dalam transfernya, terkait kontraknya.[1][2]
Lecce
Pada musim panas 1990, Aleinikov bergabung dengan klub Serie A lainnya, Lecce. Namun, pada musim pertamanya, tim tersebut terdegradasi di akhir musim. Dia kemudian bermain satu musim lagi di Serie B, tetapi timnya hanya mampu finis di posisi ke-10. Setelah itu, Aleinikov memutuskan meninggalkan Italia.[1]
Gamba Osaka dan akhir karier
Karier Sergei Aleinikov kemudian berlanjut di Jepang setelah ia bergabung dengan klub J1 League, Gamba Osaka. Selama bermain selama tiga musim, Aleinikov berhasil kembali menemukan performa terbaiknya dan memutuskan untuk kembali ke Eropa. Keputusan itu juga dipengaruhi oleh konflik dengan pelatih tim Jepang tersebut, Josip Kuže.[2] Namun, dia kembali menjadi korban ulah agen yang membuatnya kehilangan kesempatan bermain sekaligus sebagian tabungan pribadinya. Pada akhirnya, Aleinikov hanya berhasil menandatangani kontrak dengan klub Swedia, Oddevold, tempat dia hanya tampil dalam lima pertandingan sebelum memutuskan mengakhiri karier profesionalnya.[1]
Setelah itu, antara tahun 1997 hingga 1999, Aleinikov bermain untuk tim amatir Italia, Città di Anagni dan Corigliano.
Karier internasional
Setelah bermain dalam beberapa pertandingan bersama tim Olimpiade Uni Soviet, Aleinikov menjalani debut bersama tim nasional senior pada tahun 1983, ketika kedua tim sama-sama dilatih oleh Eduard Malofeyev.[1] Saat Valeriy Lobanovskyi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional pada tahun 1986, Aleinikov tetap menjadi satu-satunya pemain Dinamo Minsk yang secara konsisten dipanggil ke tim nasional. Dia juga menjadi salah satu dari sedikit pemain inti yang tidak berasal dari Dynamo Kyiv, klub yang saat itu menjadi basis utama skuad nasional.[1][2]
Aleinikov tampil bersama tim nasional Uni Soviet di Piala Dunia FIFA 1986 dan 1990, meskipun kedua turnamen tersebut tidak berjalan sukses bagi tim. Prestasi yang jauh lebih baik diraih pada Kejuaraan Eropa UEFA 1988, ketika tim asuhan Lobanovsky berhasil meraih medali perak setelah kalah dari Belanda di partai final.[1]
Pada tahun 1990, Anatoliy Byshovets mengambil alih posisi pelatih kepala tim nasional dan mulai melakukan perombakan besar dalam skuad. Aleinikov menjadi salah satu dari sedikit pemain senior yang tetap dipercaya tampil di susunan inti.[3] Dia kemudian bermain untuk tim nasional CIS pada Kejuaraan Eropa UEFA 1992.[4] Setelah runtuhnya Uni Soviet, Aleinikov sempat memainkan beberapa pertandingan bersama tim nasional Belarus sebelum akhirnya pensiun dari sepak bola internasional.
Karier kepelatihan
Segera setelah mengakhiri karier bermainnya, Aleinikov memutuskan untuk menjadi pelatih dengan menangani beberapa tim amatir di Italia. Setelah itu, dia sempat melatih klub Rusia Torpedo-Metallurg dan FC Vidnoye, tetapi tidak meraih banyak kesuksesan.[2]
Pada tahun 2003, Aleinikov kembali ke Italia dan bekerja di akademi klub Lecce serta Juventus. Setelah itu, dia kembali melatih tim amatir NK Kras Repen. Klub terakhir dalam karier kepelatihannya adalah Dainava dari Lithuania, tempat ia menjabat sebagai pelatih kepala pada tahun 2014.[2]
Pada Desember 2024, Aleinikov ditunjuk sebagai Direktur Olahraga klub Bulgaria, Lokomotiv Plovdiv.[5] Dia kemudian berpisah dengan klub tersebut pada Juni 2025.[6]
Kehidupan pribadi
Aleinikov menikah dan memiliki dua putra, yaitu Artem sebagai anak sulung dan Artur sebagai anak bungsu. Putra bungsunya kemudian mengikuti jejak sang ayah menjadi pesepak bola. Setelah lulus dari akademi Lecce, Artur bermain untuk sejumlah klub di divisi bawah Italia.[7] Saat ini, Aleinikov tinggal di pinggiran kota Lecce, Italia.[1]
Aleinikov juga memiliki tiga saudara laki-laki: Vladimir, Alexander, dan Anatoly.
Bersama jurnalis Dmitry Belenky, pada tahun 1992 Aleinikov menulis sebuah buku memoar berjudul Kehidupan, Air Mata, dan Sepak Bola... (И жизнь, и слёзы, и футбол…).[8]
Statistik karier
Klub
Penampilan dan gol berdasarkan klub, musim, dan kompetis[9]