Pada tanggal 15 Februari 2025, penikaman massal terjadi di Villach, Austria. Seorang warga Suriah berusia 23 tahun diduga melakukan serangkaian penikaman acak terhadap enam pejalan kaki. Serangan tersebut mengakibatkan kematian seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan cedera pada lima orang lainnya.
Penyerangan
Alun-alun tempat terjadinya penyerangan
Serangan itu terjadi sekitar pukul 16:00 waktu setempat di dekat pusat kota bersejarah Villach, di Austria selatan, ketika tersangka mulai menyerang pejalan kaki secara acak dengan pisau.[1][2] Serangan itu sebagian diganggu oleh intervensi seorang pekerja pengantaran makanan Suriah, setelah menyaksikan penikaman dari kendaraannya, melaju ke arah tersangka dalam upaya untuk mencegah kekerasan lebih lanjut. Intervensi ini kemudian dikreditkan oleh juru bicara polisi Rainer Dionisio karena membantu membatasi ruang lingkup serangan.[3][4]
Serangan tersebut mengakibatkan kematian seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan melukai lima orang lainnya,[3] berusia 15 hingga 36 tahun,[5] tiga orang diantaranya masih dirawat di ruang perawatan intensif.[6] Seorang pria asal Turki termasuk di antara korban luka.[7]
Tersangka
Setelah serangan itu, pihak berwenang menahan tersangka sambil terus melakukan penyelidikan aktif untuk mencari kemungkinan adanya tersangka lainnya. Segera setelah kejadian, juru bicara kepolisian Rainer Dionisio, saat berbicara kepada lembaga penyiaran publik Austria ORF, menyatakan bahwa penyidik belum memastikan apakah motif tersangka adalah ekstremisme Islam atau apakah tersangka bertindak sendiri, sehingga pencarian terhadap kemungkinan kaki tangannya terus dilakukan.[3]
Tersangka memegang status penduduk resmi di Austria pada saat serangan itu.[3][8] Sehari setelah serangan di sebuah konferensi di Villach, menteri dalam negeri Gerhard Karner mengatakan bahwa tersangka dipengaruhi oleh motif ekstremis Islam setelah diradikalisasi secara online dan bahwa bendera Negara Islam ditemukan di apartemennya.[9][10] Polisi kemudian menemukan rekaman tersangka yang bersumpah setia kepada Negara Islam.[10]