Hingga 1.000.000 tewas, terluka atau ditawan[2] Perkiraan lain: 440.000 tewas atau terluka 60.000 ditawan 500.000 total[3]
Total: 500.000-1.000.000 korban
Austria-Hungaria 200.000-567.000 tewas dan terluka 400.000-408.000 ditawan 600.000-975.000 korban keseluruhan Jerman 350.000 korban keseluruhan[4][5] Utsmaniyah: 12.000 korban keseluruhan[6]
Total: 962.000-1.337.000 korban
Serangan Brusilov (bahasa Rusia:Брусиловский прорывcode: ru is deprecated Brusilovskiĭ proryv, secara harfiah berarti "terobosan Brusilov"), juga disebut "Kemajuan Juni",[7] adalah serangan Kekaisaran Rusia yang paling berhasil selama Perang Dunia I. Serangan yang dilancarkan dari Juni hingga September 1916 ini juga merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah dunia. Menurut sejarawan Graydon Tunstall, Serangan Brusilov merupakan krisis terburuk untuk Austria-Hungaria dan kemenangan terbesar Entente Tiga selama Perang Dunia I, tetapi untuk memperoleh kemenangan tersebut banyak sekali pasukan yang gugur.[8]
Rusia mulai melancarkan serangan pada 4 Juni 1916 di wilayah yang kini merupakan bagian dari Ukraina barat (di sekitar kota Lviv, Kovel, dan Lutsk). Serangan ini dinamai dari komandan pasukan Rusia di front barat daya, JenderalAleksei Brusilov.
↑Tunstall, Graydon A. (2008). "Austria-Hungary and the Brusilov Offensive of 1916". The Historian. 70 (1): 30–53 [p. 52]. doi:10.1111/j.1540-6563.2008.00202.x.