Sjaman Harju Udaya, Budyarto Martoadmodjo, Slamet Djojosumitro, Ibnu Parna, E. Curdian
Sentral Organisasi Buruh Republik Indonesia (disingkat SOBRI) adalah sebuah pusat serikat buruh di Indonesia. SOBRI didirikan di Bandung pada tahun 1951.[2][3] SOBRI berfungsi sebagai serikat buruh dari Partai Murba.[4]
Kepemimpinan
Pada tahun 1955, Sjaman Harju Udaya menjabat sebagai ketua SOBRI, Budyarto Martoadmodjo sebagai sekretaris jenderal, Slamet Djojosumitro sebagai sekretaris eksekutif, dan Ibnu Parna sebagai sekretaris organisasi.[1] Pada tahun 1958, Slamet Djojosumitro menjabat sebagai sekretaris jenderal, Ibnu Parna sebagai sekretaris pertama, E. Curdian sebagai sekretaris kedua, dan Mansur Bogok sebagai sekretaris internasional.[5]
Kekuatan SOBRI terkonsentrasi di Jawa.[1] Pada tahun 1955, jumlah anggota SOBRI diperkirakan mencapai 30.000. Per Juni 1956, SOBRI memiliki 39.936 anggota terdaftar (meskipun SOBRI sendiri mengklaim memiliki 125.325 anggota pada saat itu). Pada Juni 1957, SOBRI memiliki 43.862 anggota terdaftar. Menjelang akhir 1957, Kantor Perburuhan Daerah melaporkan jumlah anggota mencapai 116.928. Pada Maret 1958, SOBRI mengklaim memiliki 281.000 anggota.[7]
Serikat afiliasi
Per Agustus 1955, SOBRI memiliki 14 serikat buruh afiliasi. Pada akhir 1957, jumlah itu menurun menjadi delapan. Pada akhir 1958 SOBRI memiliki sembilan serikat afiliasi.[8] Serikat buruh afiliasi SOBRI di sektor perkebunan adalah Sarbupri-SOBRI, salah satu dari beberapa serikat kecil yang mulai menantang dominasi Sarbupri yang berafiliasi dengan SOBSI di kalangan buruh perkebunan.[9]
Penggabungan ke dalam FSBI
SOBRI digabungkan ke dalam Federasi Seluruh Buruh Indonesia pada tahun 1973, sebagaimana halnya semua pusat serikat buruh lain di Indonesia.[10]
↑Australian Institute of International Affairs. The Australian Outlook, Volume 12-13. [Sydney]: Australian Institute of International Affairs, 1958. hlm. 265