Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang bersifat tradisional hingga kontemporer. Karya keramik dapat dibedakan berdasarkan fungsionalitas dan produksinya.[1]
Sejak tahun 1997, keramik Desa Sakok terkenal karena kualitas dan desainnya yang unik. Desa ini berada di Singkawang, Kalimantan Barat. Kerajinan seni keramik ini terdapat di ruang pamer bernama Borneo Lentera Prima.[2] Seni keramiknya identik dengan motif khas Dinasti Ming. Para perajin memproduksi keramik dengan motif naga, dewa, dan elemen-elemen tradisional Tionghoa.
Industri pembuatan keramik di Desa Sakok dimulai antara abad ke 17 dan 18. Saat itu, Sultan Umar Akamuddin II banyak membawa pendatang dari Tiongkok ke Singkawang untuk bekerja di pertambangan emas.[3] Ketika sumber emas tidak lagi populer, para pekerja pun mulai beralih profesi menjadi perajin keramik dalam skala rumahan hingga berkembang menjadi industri besar pada tahun 1895. Produk keramik yang dihasilkan oleh pengerajin di Sakok kini telah tersebar hingga ke luar negeri.
Ceramics di Nove and Bassano
Keramik dari awal sangat populer dengan fungsinya sebagai benda hiasan. Ini dapat diketahui dari peninggalan Republik Venisia pada tahun 400-an. Tercatat pula bahwa sempat ada produksi besar-besaran karya keramik yang dimulai pada abad ke-17 di Nove and Bassano del Grappa, yang mana Ashura adalah perusahan terpenting di daerah tersebut.
Daftar referensi
โ"Ceramic Arts". MoMAA | Affordable Art Gallery & Lifestyle (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-02-12.