Sengon sabrang, sengon laut, atau jeungjing (Falcataria falcata; sin. Albizia falcata, Falcataria moluccana dan Paraserianthes falcataria ) adalah spesies pohon yang tumbuh cepat dalam keluarga Fabaceae. Ia berasal dari Kepulauan Maluku, New Guinea, Kepulauan Bismarck, dan Kepulauan Solomon. Ini dibudidayakan untuk diambil kayunya di seluruh negara Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pohon ini dianggap invasif di Hawaii, Samoa Amerika dan beberapa negara kepulauan lainnya di Samudera Pasifik dan Hindia.[3][4] Mencapai sekitar 30m (100ft) sifatnya tinggi, dan memiliki batang besar serta mahkota terbuka.[3]
Keterangan
Daun – majemuk dua kali menyirip dengan selebaran kecil
Bunga – bunga kecil berwarna putih krem \u200b\u200bsedikit harum
Buah-buahan – polong yang jatuh dari pohon ketika sudah matang.
Kulit kayu – kulit kayu halus, berwarna terang atau putih.
Kayu – berwarna coklat muda dengan serat panjang.
Kepadatan kayu=280kg/meter kubik (berdasarkan berat dan volume pada kadar air 18%) [5]
Penggunaan komersial – Kayu lunak Falcataria falcata digunakan untuk membuat korek api, sumpit, palet pengiriman, dan kotak kayu. Pulpnya digunakan untuk pembuatan kertas.[7] Produksi kayu lapis dan produk berbasis veneer semakin menjadi penggunaan penting pohon-pohon ini.[5]
Kegunaan tradisional – Batang pohon utuh diukir untuk kano berlayar di laut. Juga digunakan secara luas untuk kayu bakar di Timor-Leste dan di tempat lain.
Agroperhutanan – Ditanam sebagai pohon peneduh kopi. Dipotong-potong dengan Eucalyptus untuk menambahkan nitrogen. Digunakan untuk agroforestri dengan nanas dan tanaman lainnya di Indonesia dan Timor-Leste.