Sengaku-ji (泉岳寺code: ja is deprecated ) adalah sebuah kuil Buddha aliran SōtōZen yang terletak di lingkungan Takanawa di Minato, dekat Stasiun Shinagawa dan Sengakuji di Tokyo, Jepang. Kuil ini merupakan salah satu dari tiga kuil Sōtō utama di Edo semasa era Keshogunan Tokugawa, dan menjadi terkenal karena kaitannya dengan insiden Akō yang melibatkan empat puluh tujuh Ronin pada abad ke-18.
Sejarah
Sengaku-ji didirikan sebagai wihara kecil oleh ShogunTokugawa Ieyasu pada tahun 1612 yang awalnya terletak di Sotosakura, dekat Kasumigaseki modern. Setelah hancur dalam Kebakaran Kan'ei tahun 1641, shogun ketiga Tokugawa Iemitsu memerintahkan lima klan daimyo, yaitu Mori, Asano, Kutsuki, Niwa, dan Mizutani, untuk membangun kembali kuil tersebut di lokasinya saat ini di Takanawa, tetapi dengan ukuran yang jauh lebih besar.
Kuil ini menjadi kuil pelindung klan Asano. Usai melakukan seppuku karena melanggar tata krama di Istana Edo dengan menghunus pedang, Asano Takumi-no-Kami Naganori dimakamkan di kuil ini. Pada tahun 1702, empat puluh tujuh Rōnin yang dipimpin oleh Ōishi Kuranosuke membalas dendam atas kematian guru mereka dengan membunuh Kira Kōzuke-no-suke Yoshinaka. Setelah mengarak kepala Kira yang telah dipenggal keliling Edo, mereka membasuhnya di sebuah sumur di kuil ini lalu mempersembahkannya di altar di depan makam Asano. Mereka lalu menyerah kepada aparat berwenang dan selanjutnya diperintahkan oleh Shogun untuk melakukan seppuku. Makam mereka berada di Sengaku-ji di sebelah makam sang guru. Kisah ini menjadi terkenal melalui wiracarita KabukiChūshingura dan makam mereka menjadi situs ziarah yang populer. Makam Asano Naganori dan "47 Rōnin" ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 1922.[1]
Galeri
Gerbang utama tampak dari luar
Gerbang utama tampak dari dalam
Balairung Utama
Makam Asano Naganori
Makam 47 rōnin
Sumur di mana kepala Kira dicuci oleh 47 Ronin sebelum dipersembahkan kepada Asano