Menurut Gilbert, seorang sejarawan terkemuka, senapan mesin maxim sering dikaitkan dengan penaklukan wilayah-wilayah.[16] Contohnya, senjata ini pernah digunakan oleh kekuatan kolonial selama Perebutan Afrika. Bahkan, senjata ini juga pernah digunakan secara ekstensif oleh berbagai pihak di konflik-konflik tertentu, seperti di Perang Rusia-Jepang, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II.
Di samping itu, karena merupakan senapan mesin otomatis pertama di dunia, senjata maxim sangat berpengaruh dalam pengembangan jenis-jenisnya yang sama. Oleh karena itu, senjata ini memiliki banyak varian dan turunan.
Senjata maxim merupakan senapan yang pertama kalinya menggunakan skema tolak balik dalam sejarah. Dalam konteks ini, dorongan dari tolak balik akan membuang peluru-peluru yang telah ditembakkan. Kemudian, peluru-peluru baru akan langsung masuk. Berkaitan dengan itu, pada awalnya, desain yang dikerjakan oleh Maxim memakai ujung tembak yang diputar 360 derajat untuk menembakkan peluru. Selanjutnya, Maxim membuat desain baru dengan menggantikan ujung tembak menjadi bentuk tabung. Oleh karena itu, senapan mesin maxin lebih efisien serta membutuhkan lebih sedikit pekerjaan manual untuk ditembakkan daripada senjata lainnya (senapan gatling).
Di samping itu, senapan mesin maxim memakai sistem pendinginan air. Hal ini membuat senapan mesin maxim lebih tahan lama dalam menjaga tingkat kepanasannya ketika ditembakkan daripada senjata lainnya yang menggunakan sistem pendinginan udara. Akan tetapi, hal tersebut membuat senapan mesin maxim memiliki desain yang lebih rumit. Akibatnya, senapan mesin maxim menjadi lebih berat serta tidak fleksibel ketika digunakan.
Sehubungan dengan itu, senapan mesin maxim dapat menembakkan 600 peluru per menitnya.
↑Gilbert, Martin (1997), A History of the Twentieth Century: Volume One: 1900–1933 (Edisi AS ke-1), New York: William Morrow and Company, hlm.11, ISBN978-0-6 88-10064-3
Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.