Sektarianisme di Pakistan atau kekerasan sektarian di Pakistan mengacu kepada serangan terhadap orang dan berbagai tempat di Pakistan yang dimotivasi oleh antagonisme terhadap sekte sasaran, umumnya merupakan kelompok keagamaan. Sasaran di Pakistan mencakup Sunni, Syiah,[1]Sufi, dan kelompok keagamaan kecil dari Ahmadiyah, Hindu, dan Kristen. Sebanyak 4.000 orang diperkirakan tewas dalam konflik sektarian Syiah-Sunni di Pakistan antara tahun 1987–2007.[2] Dan sejak tahun 2008, "ribuan orang Syiah" terbunuh oleh ekstremis Sunni menurut kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch.[3]
Salah satu aspek penting serangan terhadap Syiah di Pakistan adalah gerilyawan sering menargetkan tempat beribadah Syiah (Imambargah) saat salat untuk memaksimalkan korban jiwa dan untuk "menekankan dimensi keagamaan dari serangan mereka".[4]
Human Rights Watch juga menyatakan bahwa pada tahun 2011 dan 2012 kelompok minoritas Pakistan, Hindu, Ahmadiyah, dan Kristen "menghadapi ketidakamanan dan penganiayaan yang belum pernah terjadi di negara ini".[5][6] Serangan terhadap tempat-tempat suci Sufi oleh Salafi juga telah dilaporkan.[7][8]
Di antara mereka yang dianggap bertanggung jawab karena kekerasan sektarian di negara itu adalah kelompok militan Sunni, seperti Lashkar-e-Jhangvi, Sipah-e-Sahaba, Tehrik-i-Taliban Pakistan (affiliates of Al-Qaeda),[9]Jundallah (afiliasi dari Negara Islam Irak dan Syam).[4]Lashkar-e-Jhangvi "telah mengaku bertanggung jawab atas sebagian besar serangan" terhadap Syiah menurut Human Rights Watch.[3] Kelompok militan Sunni juga dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap sesama Sunni, Barelvi dan Sufi.[10] Serangan-serangan ini kadang-kadang mengakibatkan serangan balas dendam oleh korban.[10]
Hal ini membuat Pakistan sebagai negara dengan komunitas Syiah terbesar kedua setelah Iran berdasarkan jumlah penganut. (Secara global, Islam Syiah merupakan 10–20%[11][12][16][18][19] dari total umat Muslim, sementara sisa 80%–90% mengamalkan Islam Sunni.[20])
Ahmadiyah dan Sunni
Diperkirakan 2,3% dari populasi Pakistan adalah Muslim Ahmadiyah,[21] yang ditetapkan sebagai 'non-Muslim' oleh amendemen kontitusional tahun 1974, meskipun mereka menganggap mereka sendiri sebagai Muslim, disebabkan oleh tekanan dari kelompok ekstremis Sunni.[22]
Kelompok-kelompok lainnya
Agama-agama non-Muslim termasuk Agama Hindu dan Kristiani, masing-masing dengan 2.800.000 (1,6%) jumlah penganut per tahun 2005.[23]Kepercayaan Bahá'í mengklaim 30.000, diikuti oleh Sikh, Buddhis, dan Parsi, masing-maing mengklaim 20.000 penganut,[15] dan sebuah komunitas yang sangat kecil dari penganut agama Jaina.
↑Produced by Charlotte Buchen. "Sufism Under Attack in Pakistan". The New York Times. Diarsipkan dari asli(video) tanggal 2012-05-28. Diakses tanggal 21 May 2012.
↑"Religions". CIA. The World Factbook. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-20. Diakses tanggal 29 August 2010. Shia Islam represents 20% of Muslims worldwide...
↑"Sunnite". Encyclopædia Britannica. 2010. Diakses tanggal 24 August 2010. They numbered about 900 million in the late 20th century and constituted nine-tenths of all the adherents of Islām.