Sekolah Tanah Tingal adalah sekolah swasta berwawasan lingkungan (sekolah alam) yang terletak di Jalan Merpati Raya Nomor 32B, Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Sekolah ini didirikan pada tahun 2007 berdasarkan amanat dan cita-cita Boediardjo, mantan Menteri Penerangan Republik Indonesia periode 1968–1973.[1][2]
Sejarah
Sekolah Tanah Tingal didirikan atas amanat Boediardjo memiliki lahan seluas sekitar 9 hektar di kawasan Ciputat yang ingin dijadikan tempat pendidikan.[1] Lahan ini sebelumnya telah ada sejak tahun 1960-an dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga, dengan nama Tanah Tingal — sebuah hutan kota dengan lebih dari 10.000 macam pohon.[3]
Ide pendirian sekolah ini muncul dari keprihatinan Boediardjo terhadap perkembangan anak-anak modern, terutama yang tinggal di perkotaan, yang dianggapnya kehilangan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan terlalu bergantung pada permainan elektronik.[3] Boediardjo berpesan agar lahan tersebut dijadikan tempat pendidikan yang langsung bersentuhan dengan alam.[3] Amanah ini kemudian diwujudkan oleh keluarganya setelah Boediardjo wafat pada 15 Maret 1997.[1]
Sekolah Tanah Tingal resmi didirikan pada tahun 2007 di atas lahan seluas 8,5 hektar.[1][3]
Visi dan Filosofi
Visi Sekolah Tanah Tingal adalah **"Mendidik generasi bangsa yang cinta tanah air, menghargai budaya, dan melestarikan alam"** .[4]
Landasan filosofis sekolah ini tercermin dalam kutipan Boediardjo dari buku otobiografinya, "Siapa Sudi Saya Dongengi" (1996):[5]
Mereka harus dididik menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, masyarakat, serta kemanusiaan. Mencintai tanah air, budaya, alam dan lingkungannya.
Sekolah ini percaya bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat diwujudkan melalui kontribusi dan kolaborasi, serta memahami bahwa setiap siswa adalah unik dan berbeda. Pengalaman belajar di sekolah ini mengakomodir perbedaan latar belakang, status sosial, suku, budaya, dan kebutuhan belajar masing-masing siswa.[5]
Kurikulum dan Pendekatan
Sekolah Tanah Tingal tetap mengacu pada pendidikan nasional dan kurikulum dari Kementerian Pendidikan, tetapi dengan pendekatan yang berbeda: alam menjadi media belajar . Sekolah ini sering melakukan kegiatan di luar ruangan (outdoor) dan dapat disebut sebagai "sekolah alam".[1]
Kurikulum yang digunakan adalah "Kurikulum Pejuang Bumi" , yang membentuk anak-anak menjadi pribadi kreatif, peduli, dan mandiri. Setiap anak memiliki lahan 1 meter untuk menanam dan melakukan observasi, yang bertujuan untuk pembentukan karakter sejak usia dini.[1]
Kegiatan
Sekolah Tanah Tingal menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengasah kreativitas, keterampilan, dan semangat siswa:[6]
Berkebun, Panen, dan Memasak: Siswa menanam, memanen, dan memasak hasil bumi yang mereka tanam sendiri.[6]
Seni dan Budaya: Mendengarkan dongeng, menganyam dari bahan alam, bermain dolanan (permainan tradisional), menggambar, memasak makanan khas daerah, menyanyikan lagu daerah, memainkan angklung, dan menari tarian daerah.[7]
Pencak Silat: Belajar seni bela diri Indonesia yang mengajarkan disiplin, kekuatan fisik dan mental.[6]
Kreativitas: Mengubah barang-barang bekas menjadi mainan seru dan alat bantu belajar yang kreatif.[6]
Eksplorasi Alam: Perjalanan ke Danau Tanah Tingal untuk mencari inspirasi dan me-refresh pikiran.[6]
Fasilitas
Beberapa fasilitas yang tersedia di Sekolah Tanah Tingal:[4]
Laboratorium memasak
Kebun siswa
Taman baca
Lapangan olahraga
Ruang komputer
Ruang serbaguna
Area camping
Perpustakaan
Galeri Boediardjo (memajang hasil karya fotografi Boediardjo)
Dermaga
Penghargaan
Atas dedikasi dan kiprahnya, Sekolah Tanah Tingal meraih beberapa penghargaan:[1]