Sejarah Chili telah dimulai jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa ke tanah itu. Wilayah Chili sudah dihuni setidaknya sejak 3000 SM, suku Mapuche sebagian besar mendiami wilayah utara Chili. Lalu datang penaklukan Inka hingga mencapai Chili Tengah, pertempuran Maule tercatat sebagai konflik besar dalam ekpansi Túpac Inca Yupanqui, kaisar Inka melawan suku Mapuche. Kemenangan ekspansi Inka menjadikan wilayah itu bagian dari Qullasuyu (region selatan) Inka. Pada abad ke-16, penjajah Spanyol mulai menyerang wilayah Chili saat ini di bawah pimpinan Pedro de Valdivia, dan menjadi koloni spanyol dengan Kegubernuran Chili di bawah administrasi Kewizuraian Peru dari tahun 1540 hingga 1818. Gelombang Perang Kemerdekaan Amerika Latin juga membara di Chili hingga akhirnya tercapai Deklarasi Kemerdekaan Chili tahun 1818.
Republik Chili yang baru terbentuk dan pemerintahan yang belum stabil, menyebabkan Perang Saudara 1829, pemerintahan berganti dari konservatif menjadi liberal. Chili kemudian berambisi untuk menaklukan wilayah Araucania kelak menjadikan konfilk Mapuche, bahkan memperoleh wilayah pantai Bolivia. Perang Saudara 1891 yang disebabkan konflik antara angkatan darat dan angkatan laut, berakhir dengan terbentuknya pemerintahan parlementer, hingga kudeta tahun 1925. Selanjutnya pemerintahan presidensil yang diwarnai oleh dominasi partai radikal, Chili tergabung dalam Sekutu di akhir perang dunia II.
Chili terlibat dalam Perang Dingin, menyebabkan polarisasi politik di bawah presiden Sosialis Salvador Allende. Hal ini kemudian mengakibatkan kudeta tahun 1973 dan terbentuknya pemerintahan kediktatoran militer Jenderal Augusto Pinochet, yang berlangsung selama tujuh belas tahun dan bertanggung jawab atas banyak pelanggaran hak asasi manusia dan reformasi ekonomi pasar. Pada tahun 1990, Chili melakukan transisi damai menuju demokrasi dan memulai serangkaian pemerintahan demokratis.
Rujukan
Latin American Network Information Center. "Chile: History". USA: University of Texas at Austin.