Sefalium (bahasa Inggris: cephalium) adalah pertumbuhan yang muncul pada kaktus saat mencapai kematangan seksual, yang menunjukkan perkembangan periderm, penurunan fotosintesis, dan produksi duri yang lebih rapat. Batas antara tanaman juvenil dan sefalium hampir selalu merupakan batas yang jelas. Secara historis, sefalium didefinisikan hanya muncul di ujung tanaman, meskipun hal ini tidak mencerminkan keragaman transisi seksual di antara spesies.
Sejarah dan etimologi
Asal usul kata ini tidak diketahui secara pasti, meskipun kata ini pertama kali digunakan oleh William Jackson Hooker tanpa penjelasan lebih lanjut untuk mendeskripsikan Melocactus intortus. Namun, ia juga menggunakan kata tersebut untuk mendeskripsikan kuncup bunga berambut pada kaktus seperti Echinopsis, yang saat ini tidak dianggap sebagai tumbuhan yang memiliki sefalium. Menurut Karl Moritz Schumann, genus Melocactus dan Cephalocereus—yang menurut standar saat ini tidak memiliki sefalium sejati—adalah satu-satunya genus yang memiliki sefalium. Facheiroa dan Micranthocereus juga telah diklasifikasikan sebagai kaktus pembawa sefalium. Alwin Berger, Nathaniel Lord Britton, dan Joseph Nelson Rose menganggap Discocactus dan Melocactus sebagai satu-satunya kaktus pembawa sefalium sejati. Sedikit saja yang menganggap areola dari Neoraimondia dan Neoabbottia sebagai sefalium.
Kaktus yang tidak sesuai dengan definisi sefalium sejati, tetapi memiliki rambut atau bulu kasar yang muncul secara lateral, dianggap memiliki pseudo-sefalium. Espostoa, Pilosocereus, dan Facheiroa adalah contoh kaktus yang memiliki pseudo-sefalium.