Kardinal Sekretaris Negara - resminya Sekretaris Negara Yang Tersucikan Sri Paus - memimpin Takhta Suci, biasanya dikenal dengan nama "Vatikan", Sekretariat Negara Takhta Suci, yang merupakan badan tertua dan paling penting dari Kuria Romawi.[1] Kardinal Sekretaris Negara dianggap sebagai pihak yang bertanggung-jawab atas kegiatan politik dan diplomatik Takhta Suci, dan oleh karenanya dianggap sebagai Perdana Menteri Takhta Suci.
Kardinal Sekretaris Negara saat ini adalah Pietro Parolin dari Italia, yang telah memegang jabatan ini semenjak tanggal 15 Oktober 2013.
Tugas
Kardinal Sekretaris Negara diangkat langsung oleh Sri Paus, dan bekerja sebagai salah satu penasehat utamanya. Sebagai salah satu jabatan senior di Gereja Katolik Roma, jabatan ini haruslah dipegang oleh seorang Kardinal. Apabila jabatan ini kosong, seseorang yang belum menjadi Kardinal bisa mengisinya sebagai Pro-Sekretaris Negara, menggunakan kekuasaan Sekretaris Negara hingga penggantinya yang layak telah ditemukan atau sang Pro-Sekretaris diangkat menjadi seorang Kardinal di dalam konsistori berikutnya.
Masa jabatan Kardinal Sekretaris Negara berakhir ketika Sri Paus yang mengangkatnya meninggal dunia atau meletakkan jabatan. Selama masa sede vacante, mantan Sekretaris ini bertindak sebagai anggota sebuah komisi bersama Camerlengo Gereja Romawi Suci dan mantan Presiden Dewan Kepausan untuk Negara Kota Vatikan, yang melaksanakan beberapa fungsi kepala negara Vatikan hingga Sri Paus baru terpilih. Setelah Sri Paus baru terpilih, peran mantan Sekretaris di dalam komisi juga berakhir, walaupun ia dapat (dan biasanya) diangkat kembali sebagai Sekretaris Negara.
↑Pope Pius XII, having been the Secretary of State under Pope Pius XI, did not name a Secretary after the death of Cardinal Maglione in 1944. Beneath his direct supervision, the duties were divided between two protonotaries apostolic, Domenico Tardini and Giovanni Battista Montini, who in 1952 were both named Pro-Secretary of State, for Extraordinary and Ordinary affairs respectively. In 1954 Montini (the future Pope Paul VI) left the Roman Curia to become Archbishop of Milan, but only under Pope John XXIII was Tardini named a Cardinal and full Secretary.