Film ini dianggap salah satu film Filipina yang paling kontroversial dan penting pada masanya. Tidak hanya film provokatif tetapi juga telah dipuji karena relevansi sosialnya. Seiring akan segera berakhirnya rezim Marcos, itu digambarkan kekacauan ekonomi dari tahun-tahun sebelumnya, ketika pembunuhan Ninoy Aquino masih banyak dibicarakan.
Film berlatar belakang lokasi di sebuah apartemen di mana seorang siswa tinggal di atas ruang seorang pegawai sekuriti yang tinggal bersama istrinya. Seiap hari, suaminya pergi dari rumah, makan malam, mencui, dan bercinta di atas ranjang bersama istrinya.
Setiap malam, pelajar itu menggunakan pipa dan lubang di lantainya untuk mengamati. Tak mampu mengendalikan dorongan dalam jiwanya, dia pergi ke kamar perempuan itu dan melakukan seperti yang dilakukan oleh suaminya tanpa perlawanan.
Dua kali mereka melakukan dan terus melakukan sampai mereka jatuh cinta satu sama lain. Petugas keamanan, sang suaminya, menemukan istrinya melakukan kebohongan padanya. Ketika suatu hari dia mendapati mereka sedang melakukan hubungan sex dan menembak mereka berdua, lalu menembak dirinya sendiri.
Sebuah sekuel dengan cerita yang tidak berkaitan, Scorpio Nights 2, dibintangi oleh Albert Martinez dan Joyce Jimenez. Film ini diproduksi oleh Gallaga dan disutradarai oleh Erik Matti di bawah naungan VIVA Films, dan dirilis pada 2 Februari 1999.[1] Film ini meraih pendapatan ₱60 juta di box office Filipina.[2] Sekuel lainnya, Scorpio Nights 3 yang dibintangi oleh Christine Bermas, Mark Anthony Fernandez, dan Gold Aceron, dirilis pada 29 Juli 2022. Film ini diproduksi oleh Peque Gallaga dan disutradarai oleh Lawrence Fajardo di bawah naungan Vivamax.[3]
Remake
Film Korea tahun 2001 berjudul Summertime diadaptasi dari film ini.[4]