Schwarzburg-Rudolstadt didirikan pada 1599 dalam rangka memukimkan kembali lahan-lahan dinasti Schwarzburg. Sejak abad ke-11, kursi keturunan dari keluarga komital tersebut berada di Istana Schwarzburg, meskipun setelah 1340
Pada 23 November 1918, saat Revolusi Jerman 1918–1919 dan keruntuhan seluruh monarki Jerman, Pangeran Günther Victor menjadi pemimpin terakhir yang diangkat. Bekas kepangeranan tersebut menjadi sebuah "Negara Bebas" pada 1919, yang kemudian digabung dengan negara bagian baru Thuringia pada tahun berikutnya. Pada 1905, Schwarzburg-Rudolstadt memiliki wilayah seluas 940km2 (360sqmi) dan penduduk berjumlah 97,000.
Penguasa Schwarzburg-Rudolstadt
Pangeran Günther Victor, penguasa terakhir Schwarzburg-RudolstadtSebuah istana di SchwarzburgPemandangan udara di Schwarzburg
Kepala wangsa kepangeranan Schwarzburg pasca-monarki
Pada saat kematian Pangeran Günther Victor pada 1925, ia digantikan oleh Pangeran Sizzo (1860–1926) yang merupakan putra dari Pangeran Frederick Günther (1793–1867) dari pernikahan morganatik keduanya. Pangeran Sizzo dijadikan sebagai anggota penuh dari Wangsa Schwarzburg pada 1896.
Wangsa Schwarzburg kemudian menjadi serikat pribadi dengan Wangsa Solms-Wildenfels.[1][2]