Seusai Perang Dunia I, digelar dua referendum untuk menentukan perbatasan Jerman-Denmark yang baru.[3][4] Bagian utara menjadi wilayah Denmark dan dikenal dengan sebutan Nordslesvigcode: da is deprecated (Slesvig Utara). Sementara itu, kota Flensburg dan Schleswig Selatan tetap dikuasai oleh Jerman. Di Denmark, lepasnya kota Flensburg mengakibatkan krisis politik yang disebut Krisis Paskah pada tahun 1920.[5][6] Seusai Perang Dunia II, Schleswig Selatan tetap menjadi wilayah Jerman dan kini termasuk ke dalam negara bagian Schleswig-Holstein.
Referensi
↑Kathrin Sinner: Schleswig-Holstein - das nördliche Bundesland: Räumliche Verortung als kulturelles Identitäskonstruk, hlm. 86