Sawut terbuat dari parutan singkong yang dicampur dengan gula jawa, kemudian dikukus. Setelah matang, bisa ditambahkan dengan taburan parutan kelapa ketika disajikan. Biasanya disajikan dipagi hari dengan teh hangat. Rasa makanan ini perpaduan antara manis dan gurih karena diberi parutan kelapa diatasnya.
Tata cara pembuatan:
Parut singkong secara kasar/potongan kecil memanjang.
Campur singkong dengan gula jawa, sedikit garam dan daun pandan secara merata.
Masukan adonan sawut yang telah tercampuh ke dalam kukusan.
Kukus kurang lebih 25 menit -- 30 menit, hingga matang ditandai dengan singkong yang melunak dan berbau sedap.
Sajikan sawut di atas piring dengan taburan parutan kelapa.[8]
Penamaan
Nama sawut sendiri berasal dari bahasa Jawa, sêmrawut yang bermakna "berantakan".[9] Sawut[10] dikenal pula dengan nama "pasrah" karena pembuatannya diparut kasar (dalam bahasa Jawa berarti "pasrah").[11]
↑S. Marsono, Timbul Haryono, Daru Winarti, Makanan Tradisional dalam Serat Centhini. Yogyakarta: Pusat Kajian Makanan Tradisional UGM, 1998.
↑Ricklefs, M. C.,. " "Centhini, Serat", in: Encyclopaedia of Islam". referenceworks.brillonline.com. Encyclopedia of Islam. Diakses tanggal 29 Januari 2024.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)