Sastra Jawa Baru sekiranya muncul setelah masuknya agamaIslam di pulau Jawa pada Demak antara abad kelima belas dan keenam belas Masehi.
Dengan masuknya Islam, orang Jawa mendapatkan ilham baru dalam menulis karya sastra mereka. Maka, pada masa-masa awal, zaman Sastra Jawa Baru, banyak pula digubah karya-karya sastra mengenai Islam. Suluk Malang Sumirang adalah salah satu yang terpenting.
Lalu pada masa ini muncul pula karya-karya sastra yang bersifat ensiklopedis seperti Serat Jatiswara dan Serat Centhini. Para penulis 'ensiklopedia' itu rupanya ingin mengumpulkan dan melestarikan semua ilmu yang (masih) ada di pulau Jawa, sebab karya-karya sastra ini mengandung banyak pengetahuan dari masa yang lebih lampau, yaitu masa sastra Jawa Kuno.