sebagai wadah piduduk, yaitu semacam sesajen terdiri dari beras, gula merah, dan kelapa tua yang telah dikupas kulitnya. Pada upacara perkawinan, sasanggan berisi piduduk ini diletakkan disekitar pelaminan.
jika ditelungkupkan sebagai tempat duduk pada upacara badudus,[1]yaitu mandi dalam upacara adat, diantaranya mandi tujuh bulanan, yang di daerah Margasari disebut upacara Tian Mandaring. Si calon ibu duduk di atas sasanggan yang telah ditelungkupkan.
Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.