Presiden Soehartomengundurkan diri dari jabatannya. Di sebelah kirinya, di depan, mengenakan jubah, adalah Sarwata, dan di sebelah kanannya, di depan, adalah Wakil Presiden B.J. Habibie
Marsekal PertamaTNI (Purn.) Sarwata, S.H. (2 Juli 1935–3 Agustus 2003) adalah KetuaMahkamah Agung Republik Indonesia kesepuluh yang menjabat sejak 1996 hingga 2000. Sarwata memimpin penyelidikan oleh Mahkamah Agung atas tuduhan kesalahannya pada tahun 1996, tetapi panelnya tidak menemukan bukti adanya kesalahan tersebut. Promosinya sebagai Ketua Mahkamah Agung kemudian dipandang sebagai kemenangan elit lama Mahkamah.[1] Ia merupakan Ketua Mahkamah Agung pertama di Indonesia yang secara terbuka dituduh melakukan korupsi.[2]
Sarwata digambarkan sebagai benteng terakhir militer di peradilan Indonesia sebelum era Pasca-Soeharto. Ia meremehkan lembaga-lembaga sipil, jarang sekali datang bekerja di Mahkamah Agung, tidak mempunyai pengetahuan banyak tentang masalah hukum, dan mempunyai kebiasaan menghindari pengunjung resmi yang datang ke kantornya.[3]