Sejak kecil Sarwana telah menunjukkan bakat menyanyi. Bahkan anak kedua dari tujuh bersaudara ini sering kali memenangkan perlombaan yang akhirnya berhasil membawa Sarwana ke Jakarta.[1]
Kemampuan vokalnya jugalah yang telah mempertemukan Sarwana dengan grup vokal Warna. Sebelum melahirkan album pertama, Warna sudah malang-melintang bersama grup musik Tamam Husein and Friends, memeriahkan Jakjazz dan pangung musik di mana-mana.[2] Dengan formasi awal, Sarwana, Stephen, Nina, Dean, dan Ria, Warna merilis 3 album, yaitu Dalam Hati Saja (1998), Cinta (2000),The Best Of Warna (2003). Setelah kepergian Dea pada tahun 2003, dan Nina pada tahun 2005, anggota yang tersisa memutuskan merekrut anggota baru, Ari dan Ira dan mengeluarkan album bertajuk Warna With Friends (2006).[3]
Sarwana adalah salah satu personel Warna yang mengeluarkan album solo. Bahkan sebelum Warna masuk dapur rekaman, Sarwana sudah merilis Album Kenangan, single Generasi Muda (1996), album Semalam di Cianjur (1996), Setangkai Anggrek Bulan (1997), dan Kebersamaan (1998).[2] Namanya melambung saat bersama Meliana Pancarani (lebih populer dengan nama Rani) membawakan lagu lawas bertajuk "Setangkai Angrek Bulan". Tahun 2001, Sarwana juga merilis album solo bertajuk Pasrahkan. Dalam album itu, Sarwana juga menyajikan tembang yang berasal dari daerah kelahirannya, Sulawesi, "Anak Kungkang".[4]
Kehidupan pribadi
Meski sibuk menyanyi, Sarwana tetap mengedepankan pendidikan. Terbukti, kuliahnya di Bahasa Inggris ABA Cikini Jakarta tetap bisa berjalan dengan baik bahkan dengan index prestasi yang tetap tinggi.[4]
Setelah ditinggal menikah pacarnya yang sekampung-halaman, Fitri, Sarwana menjalin hubungan dengan Agung Putri Suriwati atau biasa disapa dengan nama kecil Menur. Menur adalah puteri Adipati mangkunegoro Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati Mangkunegara IX dari mantan isterinya Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri (adik Presiden Megawati Soekarnoputri). Menur adalah adik dari artis Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara.[5] Hubungan mereka selama lebih dari delapan tahun sering mengalami putus-sambung, hingga akhirnya pada tanggal 13 Juni2008, Sarwana resmi menyunting Menur dengan maskawin uang sebesar 88 Real dan Alquran.[6]
12"Warna-Warni Warna" (dalam bahasa dalam bahasa Indonesia). Kompas.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-11-05. Diakses tanggal 26-10-2007.; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)