Sapana Roka Magar (lahir 10 Februari 2022) adalah pekerja krematorium berkewarganegaraan Nepal.[1] Pada 2020, Sapana termasuk dalam daftar 100 tokoh perempuan paling berpengaruh versi BBC karena ia bersama timnya membantu mengkremasi jenazah orang-orang telantar di Nepal selama pandemi Covid-19.[2] Dia terlibat dalam kremasi jenazah yang telantar dari jalanan atau kamar mayat dan mengatur agar jenazah tersebut dibawa ke rumah sakit untuk prosedur autopsi. Jika jenazah tidak diambil selama lebih dari 35 hari, kremasi dilakukan sesuai dengan ritual Hindu.
Kehidupan awal
Roka berasal dari Distrik Myagdi, Nepal, dan merupakan anak bungsu dari pasangan Jit Prasad Roka Magar (ayah) dan Nanu Roka Magar (ibu). Pada usia 14 tahun, ia pindah ke Butwal dan tinggal bersama seorang remaja laki-laki, meskipun orang tuanya tidak setuju. Hubungan mereka berakhir dalam beberapa bulan dan ia menjadi tunawisma. Dari kehidupan jalanan, ia mengenal LSM Action for Social Change dan Homeless Management and Rehabilitation Center, dan mulai bekerja dengan mereka, termasuk melakukan kremasi dan kegiatan sosial lainnya.[1]
Ia juga terlibat dalam memberi makan para tunawisma selama karantina wilayah akibat COVID-19 di Kathmandu.[1]