Saat Kekaisaran Rusia mulai meluaskan pengaruhnya di Kaukasus, untuk mencegah kejatuhan Javakheti ke tangan Turki Usmani, sejak 1828 mereka membawa pendatang Armenia dan Yunani Kaukasus untuk menetap di wilayah ini.[6]
Masa Uni Soviet
Georgia berada di bawah kontrol Uni Soviet pada 1921, menyusul invasi Tentara Merah ke Kaukasus. Penduduk Muslim Meskheti (Samtskhe) yang disebut sebagai Turk Meskhetian dideportasi atas perintah Stalin dan mendiami daerah perbatasan Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Uzbekistan. Keturunan generasi yang dideportasi tinggal terpencar-pencar di Asia Tengah dan Azerbaijan.[7][8] Di antara 100.000 jiwa yang dipindahkan paksa, sekitar 10.000 jiwa meninggal dunia.[9]
Geografi
Batas-batas
Samtskhe–Javakheti berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut.
Region ini terdiri dari enam munisipalitas, dengan Akhaltsikhe dan Akhalkalaki sebagai dua munisipalitas terpadat. Berikut munisipalitas di Samtskhe-Javakheti.
Region ini cukup dikenal oleh wisatawan dalam negeri Georgia. Beberapa objek wisata andalan adalah Biara Sapara (dibangun pada abad ke-10), Benteng Tmogvi, dan Biara Zarzma (dibangun pada abad ke-8).[13]