Samsul Rizal (lahir 23 Februari 1969) adalah seorang perwira tinggi TNI-AU yang sejak 1 April 2024 mengemban jabatan sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan Indonesia.[1]
Pada 27 Juli hingga 17 Agustus 2018, sebagai Komandan Lanud Iswahyudi, Samsul, mengirimkan 9 pilot TNI AU dalam latihan "Pitch Black" 2018 di Australia. Latihan ini adalah latihan bersama dua tahunan antara 12 kekuatan TNI AU dari pelbagai negara dengan Angkatan Udara Australia (RAAF), dan Indonesia membutuhkan waktu tidak kurang dari 28 tahun dari sejak pertama kali diadakan pada tahun 1981, untuk bisa mengikutinya. Para pesertanya dipilih oleh Australia dengan kriteria Angkatan Udaranya harus memenuhi kriteria alutsista modern dan memenuhi Standard Operating Procedure (SOP) - Prosedur Operasi Standar yang baik operasionalnya dan tingkat keamanan tinggi.[4]
Pada 4 September 2018, Samsul selaku Komandan Lanud Iswahyudi, dan 4.000 personil dari TNI AU dan tidak kurang dari 305.000 jiwa di seluruh Indonesia (dari unsur TNI, Polri dan masyarakat), secara serentak bersama-sama melakukan tarian Gemu Famire di seluruh Indonesia sehingga berhasil memecahkan rekor dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori peserta terbanyak.[5][6][7]
Sesko TNI AU
Sebagai komandan, Samsul mengembangkan dan memulai Politeknik Angkatan Udara dan Program Pasca Sarjana dengan program studi Magister Terapan Strategi Operasi Udara sejak bulan September 2020. Hal ini dilakukan sebagai langkah perubahan di bidang pendidikan TNI AU dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang memiliki keunggulan dan mampu beradaptasi dalam menghadapi perubahan geopolitik dan geostrategi serta perkembangan teknologi. Penerapannya adalah dengan strategi yang mencakup tiga komponen yaitu penyelenggaraan program pasca sarjana, smart campus dan validasi organisasi di Seskoau.[8][9]